Tips for Toraja Trip
Posted by albertobroneo on October 23, 2010
Tak terasa telah lebih dari 3 bulan sudah blog ini tidak ter-update. Alasan klasik, sedang banyak pekerjaan. Bahkan untuk berkunjung ke tempat teman-teman sekalian pun jarang. Maaf.
Bersamaan dengan “bangkitnya” kembali BroNeo dari mati suri di dunia maya, saya akan men-sharing-kan beberapa pengalaman perjalanan ke Tana Toraja yang sempat aku nikmati pada saat libur lebaran kemarin. (hadooohhh.. .lebarannya kapan… sharingnya kapan…)
Saya coba tulis dalam beberapa postingan karena banyaknya pengalaman yang ingin saya sharing-kan.
Let’s start with tips for Toraja Trip.
Transportasi ke Toraja
Untuk mencapai Toraja bisa dilakukan melalui udara maupun darat. Jika teman-teman berencana naik pesawat ke sana, sebaiknya pastikan jadwal jauh-jauh hari sebelumnya. Baik waktu maupun ketersediaan seat-nya. Hal ini karena tidak setiap hari ada flight ke sana.
Route Balikpapan – Toraja hanya ada pada hari Rabu dan Minggu, dengan pesawat berkapasitas 40 orang. Sedangkan untuk route Makassar – Toraja perlu extra check. Dulu pernah tiga kali seminggu, namun berdasarkan informasi terakhir yang saya terima, sekarang hanya sekali seminggu, itu pun belum tentu terbang
, dengan pesawat berkapasitas 20 orang. Please update jika ada informasi yang lebih valid.
Untuk perjalanan darat dari Makassar waktu tempuh yang diperlukan kurang lebih 8 jam. Banyak bus umum yang melayani route Makassar – Toraja.
Route Makassar – Toraja bisa dibagi menjadi dua bagian. Makassar- Parepare, dengan jalan relatif datar, menyusur tepi pantai. Saat ini jalannya sedang dalam proses pelebaran, sehingga ada beberapa ruas jalan yang berlubang-lubang. (Pernah saya sharingkan di sini).
Sedangkan Parepare-Toraja jalan mulai naik, dan berkelok-kelok. Terutama setelah memasuki kabupaten Enrekang. Jika sebelumnya dapat menyaksikan pantai dan laut yang membiru, maka pada route Parepare-Toraja kita dapat menikmati pemandangan jajaran bukit yang mempesona nan menghijau.
Transportasi di Toraja
Untuk dapat mencapai object wisata, saya sarankan untuk menyewa kendaraan di sana. Kendaraan umum sebenarnya ada, namun route-nya terbatas, dan kadang perlu disambung dengan jalan kaki. Rental kendaraan cukup banyak di sana, bisa coba tanya ke tempat teman-teman menginap. Bisa menyewa beserta driver-nya atau menyewa kendaraan saja. Untuk yang masih kurang mahir mengendarai mobil, saya sarankan untuk menyewa driver sekalian. Medan yang harus ditempuh cukup berliku, sempit, dan menanjak. Juga berlubang di beberapa bagian.
Bagi yang cukup mahir mengemudi, tidak ada salahnya menyewa driver juga. Hal ini akan sangat membantu teman-teman sekalian untuk menikmati permainya Tana Toraja. Anda bisa leluasa melihat eksotisnya Tana Toraja, dan mengabadikannya, tanpa harus membagi konsentrasi dengan mengemudi di medan yang cukup berat.
Oh ya, jika Anda berencana mengemudi sendiri, saya sarankan untuk menyewa kendaraan yang tidak terlalu lebar. Ini sangat membantu kelancaran perjalanan Anda, karena sangat sering kita berpapasan dengan truck di jalan yang cukup sempit.

Setelah sampai lereng gunung lebih sempit lagi, dan beberapa berlubang baik di tengah jalan atau di pinggir jalan. Berliku dan mendaki. Ati-ati yach
Hotel atau Penginapan
Ada banyak hotel dan penginapan di Toraja, khususnya di kota Rantepao. Ada penginapan yang cukup murah dan bersih, dan ada pula hotel-hotel berbintang. Beberapa hotel tidak menyediakan kamar ber-AC, kalau pun ada jumlahnya terbatas, tapi tak jadi soal. Hawanya cukup dingin kok kalau malam.
Menurut perasaanku, di Toraja, ada kesan mistis. (I did not say spooky ya….). Begitu juga beberapa hotel yang ada di Toraja. Ada kesan mistis. Tapi tidak usah takut. Tidak apa-apa kok. Nyantai aja.
Makanan
Teman-teman muslim, ada baiknya extra hati-hati dalam memilih makanan di sana. Banyak makanan mengandung babi. Hampir semua chinesse food mengandung lemak babi. Untuk itu ada baiknya mencari rumah makan dengan tulisan “muslim”. Jika teman-teman kurang yakin, lebih baik bertanya terlebih dahulu sebelum memesan makanan. Atau jika mau lebih aman, beli saja roti tawar beserta perlengkapannya. Ini jelas halal kan?
Namun sebaliknya, bagi rekan-rekan yang tidak masalah mengkonsumsi babi, maka Toraja adalah surganya makanan olahan dari babi. Mulai dari masakan tradisional Toraja, Bakso Babi, sampai Chinesse Food.
Tiket Tanda Masuk Object Wisata
Seperti layaknya object wisata, kita diminta untuk membayar tiket tanda masuk sebelum bisa meng-explore-nya. Siapkan saja pecahan Rp 5000,- an. Hampir semua tiket object wisata berharga Rp 5000,- Tapi untuk wisatawan mancanegara harganya Rp 10.000,- an.
Nah… yang agak unik ini nih… cara pembayaran tiket object wisata tersebut. Sering kali loket tiket tersebut kosong, tanpa penjaga, ketika kita datang ke sana. Kita bisa langsung saja masuk dan menikmati object yang ada. Nah baru ketika kita keluar kita akan di”cegat” petugasnya. Biasanya penduduk lokal. Mereka akan menyodorkan sebuah buku tamu, dan memberi kita tiket object wisata tersebut setelah kita membayarnya tentu saja. Resmi kok.
Souvenir
Toko souvenir banyak terdapat di pusat kota Rantepao. Yang khas dari Toraja adalah kerajinan kayu, baik yang berbentuk ukiran, rumah adat, patung kerbau, maupun tau-tau. Selain itu terdapat juga tenun khas Toraja. Ada pula souvenir yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Toraja, seperti tempat sirih, tempat sayur, pakaian adat berikut acessories-nya, dan sebagainya. Bahkan di beberapa tempat dijual pula rompi “anti peluru” yang terbuat dari tulang kerbau. Oh ya… bagi yang suka kopi, ada pula kopi Toraja.
Selain souvenir yang khas Toraja banyak pula souvenir “generik” dengan sentuhan Toraja, misalnya kaos, kartu pos, dan tak ketinggalan gantungan kunci
.
Selain di pusat kota Rantepao, souvenir bisa juga dijumpai di obyek-obyek wisata. Harganya tidak jauh berbeda dengan yang ada di toko-toko. Jika kita mengunjungi obyek-obyek wisata yang berupa rumah adat, tidak ada salahnya kita membeli souvenir di situ, karena ini merupakan penghasilan tambahan bagi para pemilik tongkonan.
Sebagai informasi: sebagian besar tongkonan yang menjadi obyek wisata masih digunakan oleh pemiliknya sebagai tempat tinggal. Dan biaya perawatan tongkonan ini cukup besar. (tentang hal ini akan saya tulis terpisah yach)

Display souvenir di dalam tongkonan. Ada hiasan dinding, kalung manik, tempat sirih, enthong nasi, dan rompi "anti peluru" dari tulang kerbau.
Lain-lain:
Beberapa hal kecil lain yang mungkin berguna:
• Jika teman-teman tidak bersama guide, banyak-banyak bertanya ke penduduk sekitar tidak masalah, atau tanya saja ke guide orang lain yang Anda jumpai, agar bisa mendapat banyak informasi mengenai obyek yang sedang teman-teman kunjungi. Mereka akan dengan senang hati melayani kita, dengan ramah dan senyum yang tulus. Orang Toraja sangat menghargai “tamu” mereka. Suatu kehormatan bagi mereka bahwa kita “berkunjung” ke sana.
• Bawa bekal makanan,minuman, rokok atau apapun keperluan teman-teman dalam jumlah yang cukup selama perjalanan. Tidak mudah mencari warung jika sudah mulai melintasi lereng-lereng gunung.
• Buanglah air setiap kali ada kesempatan. Hal ini karena cukup susah mencari tempat untuk bisa buang air selama dalam perjalanan. Bahkan para cowok yang mau “nekat” buang air di tepi jalan pun agak susah, karena jalan yang sempit sehingga kita sulit untuk bisa berhenti di sembaranga tempat.
• Setahu saya di sekitar Rantepao hanya ada 2 SPBU, jadi pastikan BBM kendaraan teman-teman cukup untuk jalan-jalan.
• Jika teman-teman penggemar fotografi, pastikan bawa lensa wide maupun tele. Lensa tele untuk mengabadikan obyek-obyek di tebing, dan lensa wide diperlukan untuk bisa meng-capture tongkonan atau deretan tongkonan secara utuh. Juga untuk mengabadikan pemandangan yang ada di sekeliling.

Saya agak kesulitan mengambil gambar ini.. pinginnya sih dari bawah sampai atas full, tapi apa daya tidak punya lensa wide
Demikian sekilas tips dari saya. Semoga bermanfaat.
Teman-teman mempunyai tips lain yang mau di-sharing-kan? Silakan berbagi di sini.
Parepare, Oct 2010

Last_update: 11/10/09
Edography
Matatita


nanaharmanto said
Yuhhuuu…. semangat nulis lagi yuukkk….
nanaharmanto said
[..] Bahkan para cowok yang mau “nekat” buang air di tepi jalan pun agak susah, karena jalan yang sempit sehingga kita sulit untuk bisa berhenti di sembaranga tempat.
Hedeh… kalau udah ngerti tempat dan suasana Toraja masih mau nekat juga? Wew… jangan-jangan abis “nekat”, itunya ilang…. terreeenng….. *nyesel seumur idup..
Ikkyu_san said
asyik…welcome back bro…
kalau penerbangannya ngga tentu gitu, ya susah ya. Masak musti carter pesawat sendiri hihihi.
wah tips ini bener-bener mantap tuh. sampai tips utk muslim dan fotografer aja ada
Someday….
EM
Bro Neo said
Ayo Mbak EM,
sekalian nengok kampung halaman, lanjut ke Toraja
Emang agak susah transportasi ke sana… kayaknya yg rutin saat ini justru yg dr Balikpapan itu
Salam,
DV said
Yang paling menyegarkan dari tulisan ini selain bahwa engkau bangkit dari kubur (padahal belum kiamat) adalah makanan babi yang kayaknya jamak ditemui di sana…
Mau!!!!
Bro Neo said
Bener banget Don, makanan babi sangat banyak di sana.. dan yang banyak di sini bukan babi putih, tapi babi hitam.
Menurutku lebih yummy dan lemaknya lebih sedikit
Ayo kapan ke sana wisata kuliner hehehehe
salam,
nh18 said
Waw …
Hotelnya keren ya Bro …
Welcome Back Bro
Salam saya
Bro Neo said
Iya tuh Om, hotelnya masih baru dan keren… tapi emang agak-agak ada kesan mistis gitu sih..
makasih Om, smoga bisa konsisten
salam,
bundadontworry said
welcome back,Bro.
begitu muncul langsung memberikan tips2 yang sangat keren, utk penjelajah Tanah Toraja.
benar2 lengkap banget Bro, terimakasih banyak, tulisan ini lebih dr pada hanya sekedar panduan…….
salut, Bro……..
salam
Bro Neo said
Makasih Bunda, semoga bisa konsisten
tulisan selanjutnya smoga bisa segera nongol
salam,
kakve-santi said
yang macam wisata alam gitu..? semacam gunung, atau vie gitu bang..?
Bro Neo said
banyak wisata view, atau kalo pas ada bisa ikut upacara tradisional yg masih hidup di sana
kalo mau yg adventure juga ada kok
Zippy said
Wuiw..kayaknya seru juga ya mas perjalanan ke Torajanya.
Apalagi hotel tempat penginapannya itu, keren, ihihihihi…
Kapan2 ke Toraja deh, kalo ada duit
Bro Neo said
Yup, kalo sempat ke sana… gak rugi kok
*lho kok malah jadinya promosi*
makasih sdh mampir kesini
salam,
celoteh said
waaaahhhh….
tanah toraja, it’ very beautiful… full of arts…
Bro Neo said
Yup.. full of arts & very beautiful
makasih sudi berkunjung ke sini
salam,
Ria said
wow…tulisan yang menarik!
kebanyakan malah riau…hehehehehehe…
jadi malu dehhhh…padahal kampungku sulsel malah aku gak pernah cerita soal wisata disana
asyik…bro neo nulis lagi
Bro Neo said
Ayo Ria… tulis tentang Sulsel or Bugis,
banyak yg bisa ditulis tuh
mudah2an bisa konsisten nulis Ria
salam,
ramlannarie said
kunjungan balik ditunggu di sini http://ramlannarie.wordpress.com/ dan http://ramlannarie.blogspot.com/
Bro Neo said
makasih sdh berkunjung
edratna said
Ayo nulis lagi Bro
Toraja memang indah..jadi kalau ke sana perjalanan yang lama harus dinikmati..berhenti sesekali, memotret perjalanan…berhenti lagi di pare-Pare untuk makan atau minum..berhenti ngopi lagi di Gunung Nona….berhentinya banyak banget ya…soalnya kalau tidak, akan bosen. Tapi tidak akan menyesal jauh-jauh datang karena budaya nya sungguh indah, alamnya elok…
Bro Neo said
Benar sekali Ibu Eni,
Indah sekali Toraja, dan tradisi yg ada tetap lestari
salam,
Mancing Gembira said
bakso babi yang enak sebelah mana yah? aku kalo kesana sering makan yang di pertokoan sederet dengan penginapan apa gitu, kalo gak salah liman ato apa yah.
kalo makan pa’piong disebrang sekolah apa tuh di rantepao
Bro Neo said
Salam kenal, terima kasih telah berkunjung ke sini..
Kalo bakso babi yang mak nyus tuh yg di daerah alang-alang, bakso babi alang-alang namanya, agak keluar kota rantepao sih, kiri jalan kalo dari rantepao ke arah makale. Tapi memang parkirnya agak sulit karena terletak di jalan yang agak menikung. Nama warung baksonya cukup jelas terlihat kok
Pa’piong bener banget tuh yg dekat sama sekolah, warung kecil, sederhana banget, tapi berjubel terus, kalo gak salam namanya Pong Buri (Pong adalah sapaan utk orang orang Toraja)
Salam,
tutinonka said
Wah …. lama saya nggak berkunjung kemari, bro (emang nggak ada tulisan baru kok ya?
). Senang sekali Broneo sudah mulai nulis lagi …
Say dulu dari Makassar ke Toraja naik bus, malam hari. Busnya lumayan nyaman, kami tidur nyenyak dan bangun-bangun sudah pagi, sudah mendekati Rantepao. Hotelnya dengan arsitektur tradisional (lupa namanya). Ada guide, sudah satu paket dengan hotel dan transport. Pulangnya kami naik pesawat dari bandara Pong Tiku.
Wisata ke Toraja sungguh asyik … pengin ke sana lagi. Semoga
Bro Neo said
Iya nih bu Tuti, sdh cukup lama off, semoga tetap semangat nulis terus..
Setuju sekali dengan Bu Tuti, sungguh asyik wisata kesana… sekali takkan cukup he.he..he,..
Oh iya, saya jg sdh baca laporan perjalanan ke Toraja di TV
salam,
sunkendari said
waw…tips ini baru kubaca…tapi betul2 jd terkesima sm penulisx b’coz complete bro.
seneng aq menemukan tips ini.
coz skrg se lagi bingung..cari tau tentang Toraja.
soalx planning HoneyMoonx April nanti ditoraja.thanks yah..
btw…hotel yg mistis daerah mana yah..ups..!!!!!
n jalananx emang sulit yah…soalx gw rencana naik mobil dari makassar ke toraja.
sayangx.. g ada foto di bagian jalan yg tersulitnya.
trims yah
Bro Neo said
wah kalo di jalan yg sulit… tentu gk bisa foto2nya
lha wong nyetir je..
utk info lebih lanjut bisa japri yach…
salam,