Adatiga hal yang mengingatkanku pada sosok Simbah, yaitu: kunci, gula jawa, dan permainan dakon. Melalui ketiga hal itulah selama dua tahun aku berinteraksi dengan Simbah hampir setiap hari.
Aku tidak sempat mengenal kedua kakekku. Mereka meninggal ketika Ibu dan Bapak masih kecil. Sangat kecil bahkan, sehingga orang tuaku sendiri tidak mempunyai kenangan akan ayah-ayah mereka. Aku memanggil nenekku dengan sebutan Simbah untuk ibunya Ibu, dan Simak untuk ibunya Bapak. Aku adalah cucu terkecil dari Simbah maupun Simak. Ibu adalah anak bungsu Simbah, dan Bapak adalah anak bungsu Simak. Sedangkan aku adalah anak bungsu dari kedua orang tuaku. Lengkap sudah aku jadi cucu bungsu.
Waktu kelas 3-4 SD aku masuk siang hari, sehingga setiap pagi aku tinggal sendiri di rumah. Kakak dan kedua orang tuaku bekerja. Sepupu sepupuku juga bersekolah. Teman-teman sebaya juga sekolah. Tinggal aku sendiri di rumah dibawah pengawasan nenekku, yang tinggal persis disebelah rumah.
Sebagai anak-anak tentu hasrat bermainku cukup besar, namun sayang tidak ada teman untuk bermain. Jadilah nenekku menjadi teman bermain. Tentu aku tidak bisa melakukan permainan yang banyak melakukan aktivitas fisik, karena Simbah sudah berusia kurang lebih 80 tahun. Oleh simbah aku diajari main dakon. Permainan yang telah dimainkan Simbah semenjak kecil. Permainan yang menjadi teman simbah disaat sendiri. Walaupun dakon adalah permainan untuk dua orang, namun sering kali Simbah memainkannya sendiri.

Last_update: 11/10/09
Edography
Matatita

Terima kasih kawan
Posted by albertobroneo on November 5, 2009
Berapa sih rata-rata comment atas status FB Anda? Lima, sepuluh, dua puluh, atau bahkan lebih? Mungkin yang ber- “talipong bimbit nan lebar badan” akan banyak mendapat comments atas statusnya. Maklum boleh dibilang online 24 jam. Bagi saya pribadi sangat sedikit. Paling sekitar 4-5 comments saja. Pernah sih mencapai lebih dari sepuluh, tapi frekuensinya sangat rendah.
Tapi kehebohan terjadi malam minggu kemarin, 31 Oktober 2009. Tiba-tiba comments atas statusku mencapai 21. Bahkan kenalan yang jarang comment pun bermunculan. Bukan hanya itu, beberapa teman juga menulis di wall, dengan nada yang serupa dengan comments itu. Surprise!! Hmm, apa sih statusku?
Yah… itulah status yang aku post malam minggu kemarin, jam 23.17 wita. Langsung deh, ucapan selamat berdatangan. Doa-doa agar si anak sehat, berbakti pada orang tua, dan doa-doa yang lain. Atau “sekedar” “congrats ya”. Juga beberapa pertanyaan “anak siapa?” karena sebelumnya memang tidak ada kabar berita istriku hamil.
Sungguh, perhatian yang luar biasa dari teman-teman membuat saya terharu. Demikian banyak teman yang memperhatikan saya dan keluarga. Terima kasih kawan!!
Read the rest of this entry »
Posted in me and my family | Tagged: bahagia, comments, facebook, lahir, status | 28 Comments »