the broneo

orang biasa yang mencoba berbagi pengalaman biasa biasa saja

Archive for the ‘negri cintaku’ Category

Menuju Papa’ Batu

Posted by albertobroneo on September 12, 2011

Aku sudah beberapa kali mempunyai kesempatan untuk berkunjung ke Toraja. Selama ini aku mengandalkan peta serial Periplus Travel Maps. Peta tersebut sangat membantu, dan dalamnya dicantumkan juga lokasi lokasi menarik yang cukup terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan, dan disertai juga dengan review singkat lokasi tersebut. Di dalam petanya sendiri lokasi-lokasi tersebut yang direkomendasikan sudah diberi tanda. Singkat kata sangat membantu untuk mencapai lokasi-lokasi yang menjadi menu “wajib” bagi wisatawan.

Sudah beberapa lama aku mendengar tentang tongkonan batu, tongkonan beratap batu, di Toraja. Konon tongkonan ini sudah sangat tua, ratusan tahun. Cukup untuk menarik dikunjungi, namun sayang, lokasinya tidak tercantum dalam peta andalanku. Setelah beberapa saat bertanya tanya lewat mbah Google, informasi yang aku dapatkan mengenai lokasinya hanyalah terletak di Desa Banga’, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja. Dari Kota Makale, ibu kota Kabupaten Tana Toraja, kita harus menempuh perjalanan 10 kilometer ke arah barat sebagaimana tercantum di sini.

Read the rest of this entry »

Posted in negri cintaku | Tagged: , , , | 20 Comments »

Sejinah – Part II

Posted by albertobroneo on February 14, 2011

Tulisan ini adalah learning dari pengalaman saya untuk menjadi penulis tamu di blog-nya Om NH, dengan judul Sejinah. Silakan diikuti link-nya untuk mengikuti kisah (halah.. !! pakai kata “kisah” lagi) selengkapnya.

Singkatnya sebagai berikut:

Pada waktu saya kecil, diberi pemahaman bahwa sejinah itu berasal dari sing siji ora genah dan mempunyai arti sebelas buah. Pemahaman tersebut sangat kuat terekam  dalam benak saya.

Sebenarnya saya sering mendengar bahwa sejinah itu berarti sepuluh jauh sebelum tulisan tersebut di-upload, namun saya belum yakin. Sepuluh atau sebelaskah arti sejinah itu?

Dalam tulisan tersebut, saya meminta pendapat dari para pembaca sekalian, berapa sih sebenarnya sejinah itu? Sepuluh atau sebelas?? 

Dari comment-comment yang ada, sebagian besar mengatakan bahwa sejinah itu adalah sepuluh. Ada 16 orang yang mengatakan sejinah berarti sepuluh, dan hanya satu yang mempunyai pendapat bahwa sejinah itu berarti sebelas. Jadi sangat jelas bahwa menurut polling tersebut sejinah berarti sepuluh.

  Read the rest of this entry »

Posted in negri cintaku, suara hati | Tagged: , , , | 6 Comments »

Keindahan Tana Toraja

Posted by albertobroneo on November 4, 2010

Pariwisata di Tana Toraja mulai berkembang pada tahun 1970-an, terutama setelah National Geographic menyiarkan liputan pemakaman Puang dari Sangalla pada tahun 1972. Semenjak itu wisata di Toraja terus berkembang pesat, hingga mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1980an – 1990an.

Pada akhir 1990an, wisata di Tana Toraja mulai meredup seiring dengan adanya kerusuhan-kerusuhan yang terjadi beberapa daerah di Indonesia, terutama di Poso, pada Desember 1998, April 2000, dan Mei-Juni 2000.

Kini pariwisata di Toraja mulai bangkit lagi, meskipun masih jauh jika dibandingkan dengan masa kejayaan di tahun 1980an.

Ada apa sih sebenernya di Toraja sehingga sangat menarik para wisatawan?

Situs Pemakaman

Banyak terdapat situs pemakaman di Tana Toraja. Tersebar hampir di banyak tempat. Dan lokasi-lokasi pemakaman tersebut masih digunakan sampai sekarang.

Ada beberapa jenis pemakaman. Ada yang berupa goa alam, bukit yang dipahat, batu yang dilubangi, maupun pohon untuk pemakaman bayi. Ada juga makam buatan yang disebut sebagai Patane. Makam-makam tersebut beberapa dilengkapi dengan Tau Tau, yaitu tiruan orang yang sudah meninggal.

Makam yang dipahat pada tebing-tebing batu

Read the rest of this entry »

Posted in negri cintaku | Tagged: , , , | 20 Comments »

Tips for Toraja Trip

Posted by albertobroneo on October 23, 2010

Tak terasa telah lebih dari 3 bulan sudah blog ini tidak ter-update. Alasan klasik, sedang banyak pekerjaan. Bahkan untuk berkunjung ke tempat teman-teman sekalian pun jarang. Maaf.

Bersamaan dengan “bangkitnya” kembali BroNeo dari mati suri di dunia maya, saya akan men-sharing-kan beberapa pengalaman perjalanan ke Tana Toraja yang sempat aku nikmati pada saat libur lebaran kemarin. (hadooohhh.. .lebarannya kapan… sharingnya kapan…)

Saya coba tulis dalam beberapa postingan karena banyaknya pengalaman yang ingin saya sharing-kan.

Let’s start with tips for Toraja Trip.

 
 
 

Toraja .. 8 jam perjalanan darat dari Makassar

 

  Read the rest of this entry »

Posted in negri cintaku | Tagged: , , | 28 Comments »

Sumeleh

Posted by albertobroneo on May 26, 2010

Mengenang yang tercecer dari peristiwa Gempa Jogja, 27 Mei 2006:

”Untung lho awake dhewe iki. Pancen okeh sing dadi korban. Pancen okeh sing tilar. Omah-omah dha ambruk. Ning sing dipendhet Gusti dudu panguripane dhewe. Ra kaya Lapindo. Sawah sawah dha klelep. Matine rak alon-alon to kuwi”

(Beruntung kita ini. Memang banyak yang jadi korban. Memang banyak yang meninggal. Rumah-rumah roboh. Tapi yang diambil Tuhan bukan penghidupan kita. Tidak seperti Lapindo. Banyak sawah tenggelam. Meninggalnya kan pelan-pelan”)

 

Sebuah kalimat jujur nan polos, ungkapan hati yang meluncur dari warga Bantul. Ungkapan syukur yang aku dengar kurang lebih setelah dua tahun terjadinya gempa besar yang meluluhlantakkan Jogja, Bantul, Klaten dan sekitarnya.

Read the rest of this entry »

Posted in negri cintaku, suara hati | Tagged: , , , | 36 Comments »

Cabut Angin

Posted by albertobroneo on January 13, 2010

Ada berbagai cara pengobatan alternative di negeri kita yang kaya ini. Memang jika dilihat dari kacamata kedokteran barat, akan “mustahil” atau tidak bisa diterima akal. Namun jika dilihat dari kacamata timur, bisa jadi ada “kebenaran” yang bisa diterima. Sebagaimana halnya metode pengobatan traditional China yang mulai diterima oleh masyarakat barat. Akupuntur misalnya.

Salah satu pengobatan alternative yang ada adalah cabut angin. Cabut angin (kadang disebut juga tarik angin) berbeda dengan kerokan, meskipun sekilas hampir sama. Bagian tubuh yang dikerok atau dicabut angin akan meninggalkan bekas kemerahan atau bahkan menghitam, namun proses terjadinya bekas merah itu berbeda.

Beberapa perbedaan antara cabut angin dengan kerokan adalah sebagai berikut:

Media/Alat

Kerokan biasanya menggunakan logam bulat (biasanya uang logam, atau alat khusus untuk kerokan). Untuk mengurangi rasa sakit, biasanya digunakanlah minyak sebagai pelumas. Menurut Pak Jono, tukang cabut angin yang saya kenal, cabut angin bisa menggunakan tiga jenis media yang berbeda, yaitu: jahe, bawang, atau sirih.

Read the rest of this entry »

Posted in negri cintaku | Tagged: , , , , , , | 31 Comments »

Slamat Jalan Gus Dur

Posted by albertobroneo on December 31, 2009

Slamat jalan Gus Dur…  Slamat jalan sang humanis sejati, sang pluralis!!

Gus Dur adalah tempat dimana kita bisa berguru dan menimba ilmu.

Sebuah kisah di abad tengah…

Kukirim dia untuk menjagamu, melindungimu, merawatmu.

Tapi jangan kau miliki dia karena ia tetap milikKu.

Bersamalah dan nikmatilah apa yang Kuberi untuk kalian,

dan kalian akan merasakan kehadiranKu.

Dan bila saatnya telah tiba,

aku akan mengambil milikKu kembali,

untuk Kuberikan cinta abadi

sebagaimana telah kujanjikan pada kalian.

Dan supaya kalian percaya,

Aku melakukannya karena Aku tahu yang terbaik untukmu.

 

(Anonim)

Gus Dur.. selamat menikmati cinta abadi-Nya

Posted in negri cintaku, suara hati | Tagged: , , | 8 Comments »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.