"X" kurang 5

Ini adalah tulisan untuk membayar hutangku pada tulisan sebelumnya yang berjudul Paraban.

“X” kurang 5 merupakan paraban yang disematkan oleh temen-teman sekelasku untuk si “X”. Untuk lebih enaknya kita ganti saja “X” menjadi Rei. Jadi paraban-nya adalah Rei kurang 5. Tentu saja Rei disini adalah nama samaran.

Waktu itu aku telah duduk di kelas 3 SMA. Sebagai informasi kelasku terletak di lantai 3, menghadap ke gerbang utama sekolah.
Seperti biasa, sebelum pelajaran dimulai, kami biasa ngobrol ngalor ngidul di kelas. Tempat favorit untuk morning session adalah di sudut belakang kelas kami. Dari tempat itu kami memperhatikan teman-teman yang memasuki halaman sekolah. Seperti scanner saja. Kami ngrasani temen-teman atau guru yang lewat di bawah sana, atau sesekali mengagumi kembang-kembang sekolah yang melintas.

Ada satu hal yang menarik.
Setiap 5 menit sebelum bel berbunyi, pasti ada mobil kuning dengan warna yang cukup ngejreng berhenti di gerbang sekolah. Lalu munculah Rei dari dalam mobil itu dan melangkah anggun memasuki halaman sekolah.

Lama kelamaan si Rei menjadi penanda waktu. Jika Rei datang, berarti 5 menit lagi bel masuk berbunyi. Jadilah si Rei kurang 5 (menit).

Pernah suatu kali, listrik di sekolah kami mati, sehingga bel tanda masuk juga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Kami masih ngobrol dengan asiknya ketika ibu guru bergabung dengan kami, dan menyela:
“Yuk… mulai pelajarannya”
Upppsss….. ternyata beliau udah masuk kelas dan temen-temen yang lain sudah duduk dengan manis di bangku masing-masing. Tinggal kami bertujuh saja yang masih “diskusi pagi”

“Lho… tapi kan Rei kurang 5 belum datang Bu?”
“Siapa? Rei kurang 5?”

Apa kabar Rei? Sekarang ke kantor masih kurang 5 tidak?
Kalo mobil sih aku tahu pasti, sudah tidak pakai mobil kuning ngejreng itu lagi.

Pare Pare
May 09

7 thoughts on “"X" kurang 5

  1. Mbaca Judulnya udh berharap broneo mau ngabarin kl udh berhasil nurunin 5 kilo, ternyata…. (*nglirik broneo)

  2. saddaapp….
    oow kelakuan “scanner’ tuh dari jaman sma..hmmm kirain semenjak di kalimantan aja…

  3. @afdhal:
    kalo dulu masih satelit, setelah di Borneo jadi portable scanner
    he..he…

  4. wah aku sempat bengong kenapa X dinamakan Rei. Aku pikir kamu bisa bahasa Jepang, karena Rei = Contoh.

    Hebat juga ya si Rei, bisa selalu tepat 5 menit sebelum bel datangnya.

    EM

  5. # EM:
    tidak slalu tepat 5 menit sih.. kadang 6, kadang 4, 4.30, atau 5.45 he..he..
    tapi kalo dicari mean, modus & mediannya… pasti ketemunya 5
    (mode iseng: on)

    kalo REI.. dari mana ya…terlintas aja..

  6. Membaca jawaban Bro Neo ke EM …

    Aaarrgghhh plis deh …
    pengalaman di Mkt Riset jangan dibawa keseneeeehhh …
    segala modus mean median dibawa-bawa …

    Hhahahahah

  7. @ om NH18:
    kadang kangen juga dengan masa masa di MIS (blm CIMI om…)

    atau lebih jauh lagi masa kuliah..
    lha wong kulianya di statistik je… kekekekek

    salam saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s