Gunung Nona

Jamrud Kathulistiwa.
Tak salah memang julukan itu diberikan kepada negeri ini. Memang indah mempesona alam Indonesia. Juga kaya raya. (tapi siapa yang menikmati ya??)

Setitik keindahan Gunung Nona di Bambapuang yang coba aku share di sini.

Bambapuang adalah desa yang terletak di Kab. Enrekang, Sulawesi Selatan. Jika kita akan ke Tana Toraja dari arah Makassar, tentu akan melewatinya. Cara mengenalinya mudah.
Selepas dari kota Enrekang ke arah Tana Toraja, kita akan melewati sederetan warung-warung di kanan jalan. Coba berhentilah di sana. Sambil menikmati minuman hangat kita bisa menyaksikan indahnya pemandangan Gunung Nona.

Nama asli Gunung Nona sebenarnya adalah Gunung Buttu Kabobong. Kata kabobong dalam bahasa lokal berarti “sesuatu yang selayaknya disembunyikan”. Orang dari luar area, daripada susah susah menyebut Buttu Kabobong, lalu menyebutnya sebagai Gunung (maaf) Vagina.
Karena kurang enak di dengar, kemudian disebut sebagai Gunung Nona.

Sungguh beruntung aku punya kesempatan untuk menikmati si indahnya pemandangan Buttu Kabobong beberapa saat yang lalu.
Berikut ini sekelumit keindahan yang terekam:

(Hayo… siapa yang berimajinasi melihat kabobong??)


Imaginasiku melayang, seakan akan ada negeri di awan pada puncak bukit itu. Dan terbayang pada tebing-tebing di kejauhan. Seakan ada aroma mistis dibalik awan tipis yang menyelimuti. Gambaran awamku tentang Tana Toraja semakin memperkuat imaginasi itu.

Imaginasiku buyar ketika seekor burung terbang melintas. Tidak tahu pasti burung apa, mungkin elang. Tapi yang jelas tampak anggun dan gagah sekali dia membentangkan sayapnya diatas lembah-lembah dan tebing-tebing.


(pantas yach, banyak negara yang menggunakan burung perkasa ini menjadi lambang negara).

Tapi sayang sekali, sangat sedikit waktuku untuk menikmati si Nona yang satu ini. Karena aku harus segera ke Rantepao, dan mencoba menikmati sekilas keindahan Tana Toraja, dan malamnya harus sudah sampai di Palopo untuk ketemu seseorang.

Syukurlah bisa menikmati indahnya setitik jamrud disela sela tugas kantor.

-Kisah tentang Toraja dan perjalanan ke Palopo akan menyusul pada tulisan selanjutnya-

Enrekang – Tator

May 09

11 thoughts on “Gunung Nona

  1. wwuiihh..
    mantapzz gambarnya
    akhirnya postingan ttg sulawesi juga…

    sebagai orang asli sono, aku baru tahu lho…
    thanks for the info

  2. Iri. Iri. Iriiii
    Bisa liat yang kayak gitu…
    Cantik bgt.
    Perasaan tempo hari ke makasassar gak ada yg kayak gitu…
    cuma pantai aja…
    ternyata ada ya

    Salam Kenal🙂

  3. gunung ‘vagina’
    sedari puluhan tahun lalu masih sama indahnya

    enjoy bumi indonesia tercinta
    and be yourself, bro, whatever the world says…
    GBU

  4. Wah sayang kesempatanku ke Makassar semakin menipis sejak opa dan oma meninggal. But jika aku bisa ke sana, mau coba ke tator. Masa ke Bantimurung melulu hehehe.

    EM

  5. @ Imelda:
    ayo ke tator, ntar mampir2 ke tempatku jg boleh.

    Btw di Maros katanya ada “hidden paradise” lho…. my next destination

  6. Pingback: Berkibarlah Benderaku « the broneo

  7. Hmmm,,, jaDi iRi deCh soaLnYa aQ tinggaL di baRru tapi beLum perNah meNikmati peMandanganNya leBih deKat… Mudah2aN beSok2 aQ puNya kEseMpatan bUat meNikmati peMandaNgan yaNg begiTu iNdah………

  8. Pingback: Alam Permai Tana Toraja « sejutakatanana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s