Pesona Toraja – Palopo

Dalam melakukan pekerjaan aku dituntut untuk banyak melakukan perjalanan ke beberapa area. Ini adalah sepenggal sharing pengalaman dalam perjalananku, Pare-Pare – Rantepao (Tana Toraja) – Palopo – Soroako. Sepenggal kisah path Pare-Pare – Toraja telah aku sharing-kan dalam tulisan Berkibarlah Benderaku.

 

Ini adalah penggalan berikutnya. Toraja – Palopo.

Tulisan mengenai penggalan Palopo – Soroako berikut keindahan dan ketenangan Danau Matano akan menyusul dalam tulisan selanjutnya.

 Sebenarnya route Toraja – Palopo pernah aku lewati, namun waktu itu telah malam sehingga tidak tampak keelokan alamnya.

 

Perjalanan dari Rantepao ke arah Palopo diwarnai dengan tanjakan, turunan dan kelokan. Pemandangannya sungguh asri. Dari Rantepao, kami harus merambat mendaki gunung. Gugusan gunung itu cukup tinggi sehingga selalu tertutup awan di puncaknya. Ketika merayapinya seakan-akan kita menuju dan memasuki “wilayah” yang lain. Ada suasana magis yang menyelimuti. Kental terasa.

 

Sebelum menembus puncak berbalut awan tersebut, kami melewati perkampungan-perkampungan masyarakat Toraja. Banyak sekali kami menjumpai rumah adat Toraja (tongkonan), baik yang masih baru maupun yang sudah cukup tua. Sangat beruntung aku sempat melihat orang membangun atap tongkonan.

 

Tongkonan yang sudah jadi dan yang sedang dalam proses pembuatan atap

Tongkonan yang sudah jadi dan yang sedang dalam proses pembuatan atap

 

Sebenarnya saya berharap dapat melihat Tedong Bonga, alias kerbau albino alias kerbau belang dalam perjalanan kali ini.

Menurut wikipedia: Kerbau Tedong Bonga adalah termasuk kelompok kerbau lumpur (Bubalus bubalis) merupakan endemik spesies yang hanya terdapat di Tana Toraja. Kesulitan pembiakan dan kecenderungan untuk dipotong sebanyak-banyaknya pada upacara adat membuat plasma nutfah (sumber daya genetika) asli itu terancam kelestariannya

Daerah diatas Rantepao menuju ke arah Palopo ini memang tempatnya banyak orang memelihara Tedong Bonga. Ada kepercayaan, jika pendatang yang baru pertama kali datang ke Toraja, dapat melihat Tedong Bonga maka orang tersebut akan terkabul apa yang menjadi cita-citanya.

Tedong Bonga

Tedong Bonga

Aku sih pingin melihat bukan karena kepercayaan itu, lha wong ini sudah yang kesekian kalinya ke Toraja. Tapi penasaran saja, kayak apa sih bentuk aslinya. Selama ini hanya melihat foto atau patungnya saja. Sayang sekali pengharapan itu belum terpenuhi. Yang aku lihat hanya sekumpulan kerbau biasa saja, meskipun dengan ukuran yang luar biasa menurutku. Sangat besar. Bentang tanduknya mungkin mencapai satu setengah meter.

 

Setelah berjalan beberapa saat, menanjak dan berliku liku, kami mulai memasuki wilayah pegunungan yang memisahkan Toraja dengan Palopo. Kabut tipis mulai menyelimuti. Aku buka jendela dan menjulurkan tangan. Ada rasa dingin yang meyegarkan menyambut uluran tanganku. Sejuk udara pegunungan merasuk ke dalam kendaraan yang kami tumpangi. Segar. Kabut makin tebal kami tembus. Jarak pandang memendek. Harus extra hati-hati neh!! Terbayang kenekatanku beberapa waktu yang lalu. Merinding juga membayangkan perjalanan malam itu. Malam ketika pertama kali aku melewati wilayah ini dalam gelap dan rintik hujan.

 

Menembus pekatnya kabut di puncak pegunungan 

Menembus pekatnya kabut di puncak pegunungan

Setelah beberapa saat diselimuti awan, jalanan mulai menurun. Tikungan juga semakin tajam. Tongkonan masih sempat kami jumpai, namun semakin jarang, berganti dengan rumah-rumah panggung, atau rumah biasa saja. Akhirnya setelah menempuh jarak 61 km selama 2 jam, kami mulai memasuki kota Palopo, dan di sepanjang perjalanan itu kami telah disuguhi dengan pemandangan gugusan gunung yang mempesona. Pesona alam yang luar biasa.

Ada perbedaan antara gugusan gunung sebelum dan setelah Rantepao. Sebelum Rantepao, kita dapat menyaksikan gugusan bukit karang, dengan kontur yang runcing bersudut sudut. Sementara setelah Rantepao gugusan yang terbentang adalah gugusan gunung dan bukit dengan kontur lebih mulus dan tidak menyudut.

 

Pesona gugusan bukit karang sebelum Rantepao

Pesona gugusan bukit karang sebelum Rantepao

 

Pesona setelah Rantepao, sayang tidak terekam dengan baik karena laju kendaraan dan selimut kabut

Pesona setelah Rantepao, sayang tidak terekam dengan baik karena laju kendaraan dan selimut kabut

Alangkah indah negri cintaku dengan berbagai pesonanya. Sungguh bersyukur aku sempat menyaksikan keindahan itu.

 

Note:

Gambar tedong bonga aku pinjam dari sini, sementara yang lain adalah koleksi pribadi

Gambar-gambar tentang Tana Toraja lebih lengkap dapat dilihat di BroNoe’s Gallery

29 thoughts on “Pesona Toraja – Palopo

  1. TEDONG!
    hihih aku ingetnya cuma Tedong Palubasa! Alot euy.
    Aku ada temen tuh asal Rantepao. Nama fam nya Raya. Mungkin dari Jakarta dia sudah kembali ke tanah asalnya sekarang…

    EM

    • wah, kalo palibasa yg di jalan srigala aku doyan banget tuh!!! kalo mampir ksitu pasti lebih dari 1 porsi deh..🙂

  2. HHHmmm …
    Keren Bro …

    Jadi pengen punya kamera SLR nih …
    (sebuah alasan pembenaran … untuk bisa membuat proposal capex ituh …)

    hahaha

    • ha..ha… nice try proposal CAPEX, asal ntar bunda tidak jawab cape deh…. he.he..he..
      btw ini jg blm SLR Om, baru DSLR

  3. rumah adat toraja sama dengan rumah adat minang, memiliki keunikan di atapnya, dan mengambil filosofi dari tanduk kerbau. perlu keahlian yang luar biasa untuk dapat membangunnya. tukang dengan jam terbang yang masih rendah, bakal kesulitan membuat atap seperti itu…

    aku suka banget dengan liputan ini Bro… benar-benar terasa indahnya negeriku…

    kira-kira rumah adat toraja ada gak negara lain yang berani mengklaimnya? hehehe…😀

    • filosofi tanduk kerbau?? gmana filosofinya uda? setahuku sih yg banyak “disamakan” dg toraja adalah batak… tp filosofi tanduk kerbau baru denger ini…

      gak perlu kuatir uda, bukankan negeri jiran itu propinsi kita ke-34??

  4. Waktu saya ke Toraja, Juni 2008, kebetulan sekali pas ada upacara pemakaman (rambu solo’), jadi kami sempat menyaksikan langsung upacara yang unik itu. Kisahnya sudah saya posting di http://tutinonka.wordpress.com/2008/07/09/tana-toraja-melong-tongan/

    Sempat lihat kerangka manusia di gua-gua di Londa, Bro? Ohya, di upacara rambu solo’ saya sempat lihat kerbau tedong lho, dan itu kali pertama saya datang ke Toraja, berarti keinginan saya bakal terkabul dong?

    • sudah sempat ke Londa & Kete kesu Ibu.. baru ada foto-fotonya, tp kalo tulisannya blm ter-up load (halah blm nulis aja ngakunya blm ter-upload)

      sedikit koreksi bu tuti semua kerbau disebut tedong (tedong = kerbau) tp kalo kerbau belang namanya sebuatannya tedong bonga

      btw kalo mo dolan toraja lagi bilang-bilang yach, brkl ada driver special utk ibu he..he.. lebih irit tho.. enak tho…

  5. Bro….aku baru mo komentarin soal kebo bule, eh gak taunya udh ada yg suka sama tu bule duluan….afdhal, ada apa denganmuuu (sing nyetak, karo citakane podho)

  6. Tator emang asyik banget…alamnya indaaaaaahh, natural…kesan magisnya juga “kental”…..
    hmmmm…pengen ke sana lagi kapan2…

  7. Sayang sih keluargaku di Makassar udah pada tercerai berai semenjak opa dan oma meninggal, jadi tidak ada alasan untuk berkunjung ke Makassar lagi. Seandainya aku ke sana, inginnya sih pergi dengan Gen juga, dan ingin menunjukkan Riku dan Kai, ini tanah leluhurnya mamanya.

    Riku waktu umur 6 bulan udah sampe ke bantimurung, tapi Kai belum.

    EM

  8. gambar diatas itu bukan tongkonan…
    tapi lumbung padi / alang…..

    trus yg bagian kanan atas itu…namanya bola-bola, yaitu pengusung jenasah ke pemakaman…..

    hehehheheh

    • wah.. terima kasih banget atas koreksinya.. wah perlu belajar lagi neh.. bedanya apa ya tongkonan dengan alang dan bola-bola?

  9. Bro..
    Pertama kali ke Tator 2 thn lalu aku jg langsung ngeliat Tedong Bonga 2 ekor di jalan.. Guedeee bgt!!
    Tp kok keinginanku blm terkabul ya Bro??
    Atau pas ktemu ma Tedong Bonga dulu aku lupa utk Make a Wish yah??
    Atau wish nya kebanyakan jadi masuk dalam antrean panjang dulu mungkin ya Bro..
    Heheee..
    Great story Bro!!!🙂

  10. iya tuh.. dah make a wish belum?? wah beruntung sekali bisa lihat tedong bonga.. besar pula, aku cuma lihat kecil di pasar kerbau di Rantepao.. tapi bener-bener eksotis tuh tator..

    kapan maen ksana lagi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s