“Secuil surga” bernama Matano

Setelah 4-5 jam menempuh perjalanan lebih dari 200 km dengan hati dag-dig-dug, tibalah kami di kota Sorowako. Kota kecil di salah satu sudut Luwu Timur. Kota ini hidup dari aktivitas penambangan PT Inco. Tambang nikel terbesar didunia ada di sini. Sungguh kaya negeri kita, tapi entahlah bagaimana pemanfaatannya. Jadi ingat pasal 33, ayat 3 UUD ‘45.

 

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

 

Setelah kami menjankan tugas kantor, kami menyempatkan diri ke tepi danau Matano. Di Pantai Idee tepatnya. Lokasi Pantai Idee ini terletak di kawasan perumahan PT Inco. Jalan menuju Pantai Ide tidak sulit dicari. Masuk saja ke kompleks perumahan PT Inco, tak lebih dari 100 m, ada halte bus di sisi kanan. Belok ke kanan setelah halte itu…ikut saja jalannya… dan wow… Danau Matano!!

 

Danau yang sangat tenang dan asri. Bentangan air tampak berkilau kilau memantulkan cahaya matahari sore itu. Bagaikan cermin raksasa, airnya memantulkan bayangan awan yang berarak arak di atas sana. Di kejauhan tampak membiru daratan seberang danau. Airnya sangat jernih, sehingga kita bisa melihat dasarnya, dan terasa dingin menyegarkan. Pohon-pohon yang terjaga menambah sejuk udara. Benar-benar segar.

Andai saja tidak sedang bertugas dan membawa perlengkapan yang lebih proper, ingin rasanya terjun ke air, berenang di tepi danau yang sangat tenang itu, dan bergabung dengan orang-orang yang sedang merasakan segarnya air danau di sekujur tubuhnya, alias nyemplung di air.

  

Pantai Idee tertata cukup rapi, pohon-pohon rindang menaungi kita dari sengatan matahari. Beberapa pedagang makanan dan minuman berjajar rapi. Ada juga persewaan pelampung untuk berenang. Biaya sewanya Rp 2.500,- untuk ban kecil dan Rp 5.000,- untuk ban besar, sepuasnya, mau sewa dari pagi sampai sore juga boleh.

 

warung dan 'pelampung" berjajar rapi

warung dan 'pelampung" berjajar rapi

Menurutku yang paling menarik dari Pantai Ide, adalah titian kayu yang menjorok ke tengah danau. Kurang lebih 100 m panjangnya. Titian ini bisa mejadi “dermaga” bagi para perenang. Kita bisa berjalan diatas titian dan menikmati merdu kecipak air yang bergema di bawah kita. Benar-benar memberi perasaan tenang, damai, dan segar.

 

“Air beriak tanda tak dalam” kata para bijak bestari. Yach, benar sekali! Di balik ketenangan air Danau Matano tersembunyi kedalaman danau ini. Inilah danau terdalam di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Untuk level dunia, Danau Matano menempati ranking delapan. Kurang lebih 600 m, dengan 380-an meter diantaranya di atas permukaan laut menurut  wikipedia. Ini benar-benar dalam, menghujam membus tanah. Di dunia hanya ada dua dasar danau yang berada di bawah permukaan laut. Danau Matano, dan (danau) Laut Mati.
Danau Matano terbentuk bukan dari kumpulan sungai, tapi terbentuk dari ribuan mata air. Oleh karena itu Danau ini sangat jernih airnya, dan tidak pernah menyusut. Selama bumi masih bermurah menyemburkan air bagi kita, maka selama itu pula berlimpahnya air jernih nan segar di danau ini.

 

 "Secuil surga" bernama Matano

"Secuil surga" bernama Matano

Saat ini Danau Matano bersama Danau Towuti dan Danau Mahalona sedang diusulkan menjadi world heritage (warisan dunia). Ketiga danau tersebut saling berhubungan. Air dari Danau Matano mengalir melalui Sungai Larona ke Danau Mahalona  dan kemudia mengalir lagi ke Danau Towuti. Keseimbangan ekosistem masih terjaga sampai saat ini, dan beberapa bioata endemic yang terdapat di balik ketenangan Danau Matano tetap lestari.

 

Sungguh indah pesona Danau Matano, alangkah beruntungnya aku dapat sejenak mereguk segar udara dan menikmati indahnya “secuil surga”, indahnya Danau Matano. Semoga nikmat ini tetap terjaga kelestariannya.

 

Sungguh luar biasa karya-Nya.

 

Gambar lebih lengkap dapat dilihat di Bro Neo’s Gallery.

Parepare, 091109

22 thoughts on ““Secuil surga” bernama Matano

    • Bener mas, keren kalo bisa foto-foto diujung tititan kayu itu… sayangnya aku tidak cukup narsis utk foto-foto diri sendiri🙂

  1. waaaah 600 meter! dalam banget…
    aku belum pernah dengar ttg Danau Matano, terima kasih untuk informasinya. Jadi ingin ke sana (Tapi kalau tau perjalanannya sulit, kok jadi surut ya? hihihi)

    EM

    • ayo ke sana he..he.. kan bisa dipaketkan dengan Toraja he..he..🙂 (*wing-wing*)
      kalo perlu driver, disini ada lho… he..he..

  2. Saya baru tau suatu danau yang namanya Matano …
    Rupanya terdalam ke delapan di dunia …

    hhmmm
    Thanks Bro …
    Ini pengetahuan baru bagi saya

    Salam saya

    • memang tidak terlalu terkanal Om, saya juga baru tahu setelah di sini, dan punya “kewajiban” ke sana he..he.. he…

      selama ini yg sering diulas danau Toba saja he..he..

    • tapi kalo dipinggirnya tdk dlm kok eka dan di “dermaga” itu tertulis berapa kedalaman di titik itu… jadi so far aman2 saja🙂

  3. Idem sama Om NH…

    baru tau dari postingan ini, sedalam 600 meter? waaahh…
    baru tau juga, Danau Matano, Towuti dan Mahalona itu “bersaudara”.

    dulu di SD pernah ada pelajaran IPS nama-nama danau terkenal di Indonesia. yang paling kuingat danau Toba, danau Towuti, dan danau Tempe. semua berawalan T!

    Dulu sih karena ketawa aja, nama danau kok tempe, aneh!
    setelah agak besar, pengen ke danau Toba dan danau Tempe.

    Kapan ya? *wink wink wink*

  4. Mudah-mudahan bisa terjaga kelestariannya, hutan sekitar tidak dibabat habis dll. kalaupun toh ada investor untuk mengembangkannya maka perlu mereka yg peduli dengan lingkungan … Amin …

    • Amiiennn… smoga terjaga kelesatariannya.
      Jujur saya agak “ngeri” juga melihat aktivitas penambangan di sekitarnya

  5. Gimana kalau kita agendakan untuk ‘jalan-jalan bareng blogger Indonesia’ ke danau Matano dan Toraja? Kan sudah ada pemandu wisatanya tuh. Berangkat sendiri-sendiri, kumpul di Makassar …

  6. wah.. Asiknyaa..kok aku dl ga tau ada ‘surga’ di soroako yaa..
    Jd kangen pare2 lagi..
    Terutama sama belibis goreng nya..
    Yummy!!

    • wah blm sempet kesana yach.. aseek lho.. tp emang perjalanannya jauh banget 4-5 jam dr palopo😦

      belibis goreng… hmm yummy… kapan maen ksini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s