Mudik

Mudik. Meng-udik. Menuju Udik. Sebuah fenomena sosial yang luar biasa menurutku. Fenomena yang setiap tahun terjadi. Ritual tahunan yang beriringan dengan Idul Fitri. Ribuan orang bergerak menuju kampung halamannya. Ribuan orang mengalir, berduyun melalui jalur-jalur yang ada. Orang rela berdesak-desakan berebut tiket. Antrian luar biasa panjang pun dilakoni. Semua demi satu tujuan: MUDIK. Pulang ke kampung halaman. Pulang ke asal kita. Pulang ke keluarga kita. Pulang ke awal kehidupan kita.

Sebuah fenomena yang menurutku pribadi sangat selaras dengan perjuangan ibadah puasa. Pulang ke asal kita. Kembali Fitri. Kembali seperti kita terlahir.

Terlepas dari spiritualitas atau daya apa yang mendorong orang untuk mudik, sering kita dengar adanya kecelakaan dalam kegiatan mudik ini, entah karena keteledoran si pemudik, atau memang infra struktur yang kurang memadai, sehingga terjadi kecelakaan.

Berikut ini adalah sharing perjalanan saya di beberapa jalur utama di Sulawesi Selatan. Semoga sharing ini bisa menjadi tips bagi para blogger yang ingin pulang kampung dengan melalui jalan-jalan di Sulawesi Selatan, terutama jalur Makassar – Parepare.

Mengapa jalur Makassar – Parepare?

Ini karena jalur ini saat ini sedang sedang dalam proses perbaikan dan pelabaran jalan. Sehingga banyak sekali hal-hal yang perlu diperhatikan, supaya tidak terjadi kecelakaan. Memang sampai saat ini saya belum mendengar adanya kecelakaan fatal di jalur ini, tapi ada baiknya kita berhati-hati, supaya perjalanan mudik para blogger lancar dan aman.

Tips 1:

Perhatikan tanda-tanda, terutama saat harus pindah jalur. Tolong benar-benar diperhatikan, karena tanda yang ada sangat minim dan ala kadarnya saja. Pada malam hari, tanda tersebut sangat tidak kentara. Please ekstra hati-hari.

rambu-rambu alakadarnya. gambar kanan bawah itu tanda apa yach?? dilarang masuk or harus ke kanan?

rambu rambu ala kadarnya itu.. btw gambar kanan bawah itu tanda apa ya? dilarang masuk atau harus ke kanan?

sebelum sungat

pembatas tali rafia saja (kiri), sementara beton-beton berjajar dibelakangnya (kanan), nah dibelang beton-beton itu ada sungai yang membentang

  

Tips 2:

Jangan berkendara terlalu ke tepi, terutama pada saat Anda melewati jalan dengan beton di kiri Anda. Ada banyak sekali besi-besi mencuat. Ambillah jarak aman dari deretan besi itu. Jika terlalu ke tepi, besi ini sudah siap mencabik-cabik ban kendaraan. Juga jangan mendahului sepeda motor dengan kecepatan tinggi, sehingga bisa mengakibatkan sepeda motor itu oleng, dan beresiko jatuh ke samping.

beton di kiri jalan dengan besi besi yang mencuat

beton di kiri jalan dengan rentetan besi yang mencuat

  

Tips 3:

Pakailah kacamata hitam pada siang hari. Warna beton yang abu-abu cenderung putih sangat menyilaukan pada siang hari. Sinar matahari kemarau dipantulkan oleh permukaan beton.

Tips 4:

Pakailah masker bagi pengendara sepeda motor. Bagi pengguna mobil sebaiknya menggunakan AC jangan membuka jendela. Hal ini karena kondisi jalan sangat berdebu. Sisa-sisa galian tanah yang ada beterbangan kesana kemari setiap kali ada kendaraan besar lewat, ada ada tiupan angin yang cukup kencang.  

 jalanan berdebu dan menyilaukan

jalanan berdebu dan menyilaukan

 Tips 5:

Ikutilah kendaraan plat kuning jika Anda tidak yakin dengan jalur mana yang harus diambil. Mereka sudah berulang kali melintasi jalur ini, bahkan mungkin setiap hari. Sehingga mereka sudah hafal dimana harus berpindah jalur. Perlu diketahui, saat ini ada beberapa titik (2-3 titik) dimana kita harus pindah jalur, dan tidak ada tanda atau perintah untuk pindah jalur sama sekali.

Tips 6:

Hati-hati dengan sepeda di malam hari. Sepeda itu tanpa dilengkapi penerangan yang memadai, sehingga tidak terlihat dengan jelas di malam hari. Anda akan banyak menjumpai sepeda terutama di antara kota Pangkajene dan Barru. Kalo tidak keliru daerah Segiri.

Tips 7:

Tekanan roda kendaraan Anda jangan terlalu keras. Setiap kali Anda turun dari beton menuju aspal, setiap kali pula roda kita harus anjlok kurang lebih 5-10 cm. Dan setiap kali Anda naik ke jalan beton, maka roda kita harus naik setinggi 5-10 cm juga. Selain itu peralihan dari beton ke aspal atau sebaliknya hanya terbuat dari tanah dan batu-batu kerikil yang dipadatkan saja. Dengan kondisi seperti itu, jika kendaraan Anda terlalu keras, sangat beresiko pecah ban. Ban yang tidak terlalu keras juga bisa meredam goncangan di jalan yang pating gronjal itu.

 

Semua tips di atas berdasarkan pengalaman pribadi, semoga bermanfaat.

Selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan. Salam untuk seluruh keluarga.

SELAMAT IDUL FITRI

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

 

Parepare 190909

10 thoughts on “Mudik

    • mudah-mudahan bermanfaaf mbak Em…
      makan ketupat bareng?? bsk klao sempat kopdar kita cari tempat yg ada ketupatnya mbak Em

  1. kalau jalan malam hari kayaknya mesti ekstra hati-hati ya, bro. bisa2 malah kena besi-besi yang ada di pinggiran jalan itu… semoga yg pada mudik selamat sampai tujuan deh!

    • Yup… hrs extra hati-hati sepanjang jalur ini… menurutku yg lebih “parah” adalah ganti jalur tanpa tanda😦

  2. aku sudah lama tidak mudik ke kampung halaman setiap kali lebaran, tapi kalau di luar lebaran, beberapa kali…

    selamat menikmati lebaran di perantauan ya bro…😀

  3. Bro, alangkah malang nasib saya, seumur hidup belum pernah merasakan mudik … hiks 😥
    Lha mau mudik kemana? Wong orang tua ada di Yogya, mertua ada di Yogya, suami ada di Yogya. Ya ampyun … kuper banget aku yak?

  4. Wow……
    detil banget….lengkap kap kap!
    jangan lupa, ajak teman seperjalanan yang asyik…hihi..
    jalur lurus-lurus lebih dari 100km kan bikin boring juga (eh, bener nggak ya?)

  5. Pingback: Tips for Toraja Trip « the broneo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s