Apa yang Kamu Pelajari?

The_Thinker,_Auguste_Rodin

The Thinker

Pada awal masuk company tempat kerjaku, aku tergabung dalam department yang membidangi market research. Pekerjaan yang menurutku “ideal” saat itu, karena sesuai dengan program studi yang aku ambil ketika kuliah. Program Studi Statistika, Jurusan Matematika, Fakultas Matetmatika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Pada tahun 2002, kurang lebih 1 tahun setelah saya bekerja, datanglah seorang bos baru, menggantikan bos lama yang pindah tugas ke Surabaya. Bos baru ini seorang doktor matematika.

Wuih… S3 matematika??? Ampun deh ngebayanginnya.

Dan dia bukan seorang dosen atau peneliti. Hmmm… cukup langka menurutku, ada seorang doktor matematika yang bekerja diluar dunia akademis.

Suatu saat, ketika kami sedang melakukan perjalanan dinas bersama, dia bertanya,”Apa sih yang kamu pelajari selama kuliah di Jurusan Matematika?” “Berguna tidak untuk dunia kerja sekarang?”

Hmmm … “apa yach?” pikirku dalam hati.

Perasaan gitu-gitu aja deh pekerjaanku, tidak ada yang secara spesifik menggunakan apa yang aku pelajari di bangku kuliah dulu. Kalaupun memakai “tools” statistika, paling regresi dan korelasi. Itu pun dalam tataran “aplikasi” saja, jauh berbeda dengan yang aku pelajari. Apalagi sekarang sudah dibantu berbagai software, sehingga bagi orang yang “sedikit melek” statistika saja sudah bisa. Tidak perlu pusing-pusing memikirkan “behind scene”-nya.

“Apa ya Pak?” tanyaku balik. “Kayaknya sih tidak banyak yang terpakai” lanjutku.

“Kalau dari pengalaman saya, so far sampai S3, hanya ada satu yang saya pelajari. Dan sangat berguna bagi dunia kerja”

“Apa Pak?” tanyaku antusias

“Yang saya pelajari selama kuliah matematika cuma satu saja, logical thinking. Dan itu sangat berguna bagi dunia kerja yang saya hadapi. Beruntunglah kamu pernah kuliah matematika, logikamu pasti jalan. Gunakan itu untuk menghadapi dunia pekerjaan. Pasti bisa!!!”

Hmm.. memang beda yach… pandangan S3 dan S1 he.he..

Dan aku sependapat dengan dia, hanya logika berpikir saja yang kami pelajari selama kuliah. Dan itu sangat berguna bagiku dalam menjalankan tugas di kantor, bukan saja di department marketing research dulu, tapi di departmentku yang sekarang, field marketing, tetap berguna juga. Sangat berguna, walaupun “hanya” logika berpikir saja.

Memang kami waktu kuliah matematika diajar untuk berpikir secara runut, berdasarkan aturan yang disepakati bersama, definisi yang sama, dan dengan “bahasa general” yang diketahui bersama.

Bagaimana dengan Anda? Apakah yang Anda pelajari saat kuliah berguna bagi pekerjaan Anda saat ini? Seberapa banyak itu bermanfaat?

Parepare, Oct 2010

Note: gambar patung The Thinker dipinjam dari sini.

22 thoughts on “Apa yang Kamu Pelajari?

  1. hmmmm
    logical thinking…. apakah hanya bisa dimiliki oleh lulusan matematika?

    kalau aku sih semua yang aku pelajari di SMA, Univ, ya kepake banget sekarang. Dan secara tidak langsung semua bisa terpakai secara harmonis, dan yang paling tidak terpakai ya matematika hahaha. (Eh tapi kanji itu pakai hitungan juga… setiap huruf ada jumlah garis yang harus dipatuhi)

    EM

    • logical thinking tentu tidak dimiliki oleh lulusan matematika saja mbak Em…

      nah itulah masalahnya, jika semua orang mempunyai logical thinking… lalu apa yg bisa diunggulkan dari saya??? he..he..he…

  2. Kalau aku, ya terpakai semua yang kupelajari sejak bangku sekolah hingga kuliah Bro… ya iyalah, aku kan mengajarkannya kembali, hehehe…😀

    Logical thinking itu juga yang menjadi acuanku dalam belajar dan mengajar saat ini Bro. Dari pengalamanku, meneliti berbagai pandangan keagamaan, baik yang seagama maupun yang tidak, memberiku kesimpulan bahwa beragama itu mestilah dijalani dengan logis, bukan sekedar dogmatis. Beragama dengan logis akan membuat kita semakin ikhlas dan memahami makna terdalam dari ajaran tersebut.

    Kata orang bijak: “jalankanlah peranmu dengan penuh kesadaran, niscaya kau akan menghadapinya dengan penuh kreatifitas”

    Salam Bro😀

    • hemmm bener uda, kalo di dunia pendidikan mah apa yg dipelajari pasti dipakai semua… bahkan harus selalu meng-update ilmu biar gak ketinggalan🙂

      makasih sharing kata2 bijaknya uda,,,

  3. Setuju Bro …
    Saya bahkan boleh dikatakan sebagai orang yang Murtad …
    Seorang sarjana pertanian … tetapi tidak bekerja di bidang pertanian …

    Yang jelas kuliah mengajarkan kita untuk … Berfikir secara logis dan terstruktur …

    Permasalahannya adalah …
    Logis – terstruktur menurut kita … belum tentu logis dan terstruktur menurut orang lain …
    Dan untuk mempertajam logika dan memperkuat struktur … itu perlu pengalaman …

    Next … ceritain juga dong Bro … saat kamu menghandel pekerjaan yang sungguh diluar scope background mu … (pekerjaanmu yang kedua di perusahaan itu )

    hahaha
    Itu pasti seru … seruuuu Sodara …

    • Ups!
      Sarjana Pertanian tetapi tidak bekerja di bidang pertanian? Om nyindir sayah? wekekekeke…

      Kuliahku di Teknologi Pertanian, jurusan Pangan dan Gizi. Menjadi sekretaris dan personalia jelas membuat saya layak disebut murtad!😀 Tapi, pertanyaannya adalah, apakah ilmu2nya terpakai?

      Oh, tentu.. tentu..
      Untuk pergaulan.. bukan untuk pekerjaan.. wekekeke..

      Matematika adalah pelajaran yang paling NGGAK BANGET deh, Bro… Aku paling dodol untuk urusan matematika. Jijik banget deh nilaiku.. wekeke.. Makanya, paling takjub sama orang yang sengaja ngambil kuliah yang berhubungan dengan matematika (atau fisika). Smart banget!!!

      Tapi emang bener seperti yang dibilang Doktor Matematika itu..
      Kelebihan orang2 yang kuliah matematika, fisika, informatika…adalah.. logical thinkingnya yang hebat! Karena terbiasa selama tahunan di kampus, tentu logikanya sering dipakai.. sangar!😀

      • wooo.. ternyata dasar ilmunya selaras ama Om trainer to??

        eh boleh dong share ilmu gizinya… mo diet neh.. gw dah ndut bangget😦

    • bener Pak, krn tingkat logika dan struktur beberpikir orang berbeda beda.. he..he.. makanya Om perlu memberi training STEP utk memberikan common language he..he… bener gak Om…

      kalo waktu kuliah sih kami menggunakan bahasa dan aturan yang sama.. it’s the beauty of math

  4. Dulu di kuliah ada teori tentang psikologi anak didik. itu lumayan berguna juga, jadi tau bagaimana menghadapi anak didik/murid yang bermasalah secara emosi dan sosial.

  5. Ya, bos kamu bener, Bro… logika berpikir. Menurut saya logika berpikir itu bukan tidak dimiliki oleh disiplin ilmu selain matematika. Hanya saja, logika berpikirnya berbeda-beda. Nggak ada satu logika yang lebih hebat dari yang lain, karena pada saat dan tempat yang tepat, semuanya sangat bermanfaat. Betul tho?

    • sependapat bung soyjoy.. hanya saja kadang orang berbeda-beda logika berpikirnya, karena mempunyai pemahaman dan “bahasa” yang berbeda-beda

  6. Kebetulan saya ngajar Matematika sekitar 10 tahun lamanya, khususnya materi Differensial-Integral. Ini materi yang sangat ditakuti sekaligus dibenci mahasiswa, soalnya bikin puyeng, apalagi kalau sudah integral lipat dengan simbol kayak cacing jejer-jejer itu …😀

    Saya lalu mencoba memotivasi mahasiswa menyukai matematika dengan menjelaskan manfaat matematika, persis seperti yang dikatakan bos Bro Neo itu. Dengan matematika, kita melatih logika berpikir. Bagaimana mensubstitusi sesuatu dengan yang lain agar sebuah persoalan bisa diselesaikan, bagaimana menentukan cara terpendek dan termudah dari berbagai cara yang ada, dll … Hasilnya? Mahasiswa tetap saja alergi Matematika … hahaha 😀

    • no comment ttg pelajaran matematika…

      tp kalo ibu jd dosen mah.. semua ilmu yg dipelajari dimanfaatkan yach.. tp kalo kami diluar dunia akademis.. hmmm dikit yg bisa diaplikasikan bu…🙂 apalagi spt saya yg beda banget antara kerjaan dan background akademis he.he..he…

    • siipp..siiippp😀

      iya sih.. otokritik utk jurusanku (waktu itu) adl… terlalu teoritis..😦

      tp gak tahu ya skr, apakah sdh ada reformasi ato blm🙂

  7. Mas,,,

    koreksi : apa tulisan “Parepare, Oct 2010” ini enggak salah? ini kan masih November 2009?

    kemudian… saya kurang setuju dengan : “Beruntunglah kamu pernah kuliah matematika, logikamu pasti jalan.”… wong dari TK – SMA aja udah diajarin Matematika… seharusnya sedari dini udah jalan logika… udah bisa bedain mana taik kebo sama cokelat.

    *kecuali emang enggak ada logika… taik kebo dibilang cokelat*

  8. terus terang aku malah dapet belajar how to manage people waktu kuliah MM bro…*walauun gak lulus2 juga sampe skr…hehehehe* diajarin bagaiman bersikap dalam situasi tertentu dan how to please people…

    untuk IT sendiri karena bidangnya IT ya masuk semua terutama kalau deadline itu belajar dari bagaimana aku di kejar2 untuk bikin laporan akhir dan laporan awal waktu kulian dulu…hahahahaha…

    • setuju Ria, kalo emang kerja sesuai bidangnya mah akan banyak yg kepakai, lain dg aku yg beda banget antara kerjaan dan kuliah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s