Slamat Jalan Gus Dur

Slamat jalan Gus Dur…  Slamat jalan sang humanis sejati, sang pluralis!!

Gus Dur adalah tempat dimana kita bisa berguru dan menimba ilmu.

Sebuah kisah di abad tengah…

Kukirim dia untuk menjagamu, melindungimu, merawatmu.

Tapi jangan kau miliki dia karena ia tetap milikKu.

Bersamalah dan nikmatilah apa yang Kuberi untuk kalian,

dan kalian akan merasakan kehadiranKu.

Dan bila saatnya telah tiba,

aku akan mengambil milikKu kembali,

untuk Kuberikan cinta abadi

sebagaimana telah kujanjikan pada kalian.

Dan supaya kalian percaya,

Aku melakukannya karena Aku tahu yang terbaik untukmu.

 

(Anonim)

Gus Dur.. selamat menikmati cinta abadi-Nya

Proklamasi Sepasang Blogger yang Terkuak Rahasianya

Beberapa hari lalu saya pulang kampung ke Jogja. Dalam kesempatan itu saya sempat menjadwalkan diri untuk kopdar dengan Uda Vizon & Uni Icha, Ibu Tutinonka, Krismariana & Oni, dan tentu saja Nana Harmanto. Dalam kesempatan itu Ibu Tuti dan Uda Vizon, menodong kami, Bro Neo dan Nana Harmanto untuk menguak dan memproklamasikan hubungan kami.

Maka hari ini, 31 Desember 2009, tepat pada hari ulang tahun pernikahan kami, saya Bro Neo menyatakan pada seluruh jagad dunia maya, bahwa Nana Harmanto adalah istri saya. Atas berkat rahmat Yang Mahakuasa dan didorongkan keingingan luhur, kami telah menjadi suami-istri selama 4 tahun. Usia yang masih sangat muda. Masih banyak yang harus kami pelajari, masih panjang jalan yang harus kami tapaki.

Selama ini kami bukan bermaksud untuk merahasiakan hubungan kami, namun kami hanya ingin agar relasi dengan semua teman-teman dunia maya tidak terganggu oleh status kami. Agar kami bisa lebih akrab sebagai teman dengan comment dan candaan. Demikian juga teman-teman, bisa memberikan comment dengan bebas tanpa harus “menjaga” perasaan sang suami atau istri. Dan kami pun berharap agar terbongkarnya (halah… apa ini.. kok sajak rahasia & penting banget!!) status kami, tidak merubah relasi kami dengan teman-teman semua. Kami menikah di dunia nyata kok. He.he..he…

Continue reading

Mystorious: Another Way to Share a Story

Apa yang menjadi ciri tulisan blog Anda? Kalimat panjang yang terjalin dengan indah, atau kalimat-kalimat singkat namun menggigit, atau mungkin juga bahasa tutur yang ditulis. Mungkin juga Anda senang mengungkapkan perasaan dengan puisi. Semua sah-sah saja, dan menjadi ciri masing-masing blogger.

Memang sangat beragam cara masing-masing blogger dalam men-sharing-kan pengalaman, pemikiran, gagasan, ide, atau just cerita.

Salah cara yang menurutku sangat menarik adalah dengan membuat “komik” pendek seperti dilakukan oleh salah satu sahabat di sini.

Cerita-cerita lucu yang mungkin akan sulit dilukiskan dengan kata-kata, dapat mengalir dengan enak dan dapat dipahami maksudnya dengan jelas. Suasana “gerrr” nya juga lebih mengena menurutku.

Pemilihan nama blog-nya juga sangat cerdas menurutku. Mystorious. Ini bukan informasi resmi dari pemilik blog, hanya penangkapanku saja.

Mystorious terbaca olehku sebagai My Stories of Us. Memang seharusnya kata “of” lebih tepat menggunakan “about” tapi biarlah salah-salah dikit, lha wong agak plesetan je.. he..he..

Selain My Stories of US, tentu Mysterious memuat juga “misteri”, yaitu pembaca diajak untuk menebak bagaimana kelanjutan cerita sebuah “komik”. Contohnya bisa dilihat di sini.

Inovasi lain dari Mystorius, adalah adanya ajakan kepada pembacanya untuk sharing cerita bergaya komik disitu. Kita tinggal menceritakan saja jalan cerita kita, nanti si empunya blog akan membuatkan ilustrasinya. Cukup simple namun menantang.

Bermodal nekat dan topeng di wajah, saya beranikan diri untuk mengirim pengalaman saya sewaktu SMA dulu. Maka dengan sukses, saya telah  “mempermalukan diri” di sini. Oh ya.. kalo sdh baca dilarang keras untuk menanyakan kelanjutan ceritanya. He..he..he.. Tapi kalo mau nyela boleh kok…

Anda berani menerima tantangan untuk sharing pengalaman di Mystorious???

Thank You BudiUY!!!

Parepare, Des 09.

Need Your Input

Block Writer

Mungkin teman-teman beberapa hari ini berkunjung ke sini The Bro Neo dan hidangan yang tersaji itu-itu saja. Maaf. Sudah dua minggu ini saya memang sedang kehilangan mood untuk menulis. Kaki ini juga terasa berat untuk sekedar blog walking. Jadi sekali lagi maaf juga kalau saya jarang mengunjungi rumah rekan-rekan sekalian. Kalau pun saya sempat berkunjung paling ke rumah sebelah-sebelah saja, jarang sekali berjalan jauh untuk mempererat dan memperluas silaturahmi. Bahkan ada beberapa teman baru yang berkunjung ke sini pun tercuekkan belum sempat saya kunjungi balik. Oh… maafkan saya…

Hilangnya mood untuk menulis itu berawal dari meeting yang harus saya ikuti pada awal bulan Desember ini, selama satu minggu full, dari pagi sampai malam. Bahkan untuk mempersiapkan materi meeting hari berikutnya, saya bisa harus nglembur lagi sampai pagi. Tidur barang 1-2 jam sudah merupakan kemewahan. Meeting ini merupakan kelanjutan dari di BuLan yang pernah saya ceritakan di sini. (AGAINNNN…!!!!????)

Satu dua hari ini saya berusaha memaksakan diri untuk membuat tulisan. Tapi kok ya mentok, tidak jadi. Draft tulisan itu berhenti di tengah jalan, bahkan sudah terhenti walaupun baru 2-3 paragraf saja. Setelah itu… hilang lagi mood untuk menulis saya.

Apakah teman-teman pernah mengalami hal yang sama? Bagaimana mengatasinya?

Kalo boleh, sharing dong pengalaman sahabat blogger semua.

Parepare, Dec 09

Bergelayut

Pada hari Sabtu kemarin, aku janjian untuk menuju sebuah hotel kecil di Makassar. Sebuah hotel baru. Karena belum tahu lokasi persisnya, aku janjian dengan teman di dekat hotel lain yang cukup besar. Sebuah hotel bintang 2, berlantai tujuh.

Hotel ini cukup mudah dibedakan dari bangunan sekitarnya karena warna dinding hotel yang cukup meriah. Warna-warni dengan warna yang cukup panas. Juga ada ukiran-ukiran di batu hitam menghiasi beberapa sudutnya.

Sementara aku calling-calling dengan teman yang sudah janjian, mataku menangkap sesuatu yang bergelayutan di dinding hotel tersebut. Langsung deh.. ceprat-cepret dengan HP, jadi harap maklum kalo fotonya kurang jelas.

Beberapa pertanyaan dan pernyataan langsung bergelayut di benakku.

Amankah?

Hmmm… hobi yang menghasilkan duit neh!!

Berapa lama yach, pekerjaan itu selesai?

Berapa cost saving dibandingkan dengan menggunakan gondola?

Pertanyaan dan pernyataan itu memudar seiring datangnya temanku untuk menuju hotel kecil yang kami tuju.

Berikut ini hasil jepretan saya:

Continue reading