nJajah Desa Milang Kori

*tulisan langsung, tanpa konsep babar blas*

Njajah desa, milang kori ungkapan dalam bahasa Jawa, yang terjemahan bebasnya ‘menjelajah desa, menghitung pintu’. Ungkapan ini berarti kurang lebih “melakukan perjalanan, berkelana, menyusuri jalanan, dari desa ke desa, berusaha mengenal dan belajar dari kondisi yang dijumpai dalam perjalanan, walaupun harus berkunjung dari satu pintu ke pintu yang lain”

Saat ini saya sedang dalam proses ‘nJajah Desa Milang Outlet’  dan setelah ‘nJajah Desa Milang Outlet’ ini, agenda saya disambung dengan beberapa meeting. Oleh karena itu mohon maaf jika rumah saya sedikit tidak update dan belum saya belum bisa menerima kunjungan teman-teman semua dengan pantas. Mohon maaf juga jika belum bisa berkunjung balik ke tempat teman-teman semua.

Mudah setelah ini saya dapat kembali ‘nJajah Dunia Maya, Milang Blog’ lagi

Makassar, Feb 2010

Aku Tercabut dari Tradisi Leluhur Bapak.

Terlahir sebagai Oey Hong Tay, namun akhirnya lebih dikenal sebagai Wibawadjati. Demi menuruti aturan di negeri ini, nama Oey Hong Tay pun ditanggalkan. Nama keluarganya, Oey, tidak ada lagi, berganti dengan Wibawa. Tidak tahu apa perasaan Bapak ketika menanggalkan nama Oey. Mungkin biasa saja, toh banyak juga kerabatnya yang mengalami hal yang sama, tapi bisa jadi sangat berat ketika harus “memutus” budaya leluhurnya. Leluhur yang sangat dihormati dalam tradisi Chinese. Kakakku pun terlahir sebagai EA Wibawa, dan aku AM Wibawa. Bukan Oey Ba Hwa atau Oey Bun Ong atau Oey Kun Liong atau Oey-Oey yang lain. Aku dan kakakku tidak mempunyai Chinese Name sama sekali.

Aku tidak tahu sama sekali budaya Chinese. Bapak tidak pernah memperkenalkan sama sekali ketika aku masih kecil. Imlek berlalu begitu saja. Tidak ada perayaan atau pesta makan malam bersama sama sekali. Kadang Bapak membeli kue kranjang saja. Aku pun tidak tahu kalau kue tersebut “hanya” ada di masa Imlek saja. Pernah aku minta kepada ibu untuk dibelikan kue kranjang, tapi tidak pernah dibelikan, lha wong mintanya bukan pada masa Imlek.

Continue reading

Kudu Kudu

 
Kudu dalam bahasa Jawa berarti harus, wajib, pokoknya, dan sebagainya. Du di sini dilafalkan seperti dalam kata dumeh, bukan dhuwurbagi yang non Jawa, bisa membedakan du dan dhu gak ya??? Tapi Kudu-Kudu di sini bukan berarti itu. Kudu-kudu yang di maksud di sini adalah nama jenis ikan. Ikan Kudu-Kudu. Dalam bahasa kerennya Boxfish, sedangkan bahasa ilmiahnya Ostraction sp (note: ostraction adalah nama genus-nya, bukan species). Disebut boxfish karena memang bentuknya kontak, tidak seperti ikan biasa yang relative pipih.

 

Boxfish di kedalaman laut

Apa yang istimewa dari ikan ini?

Continue reading

Teman Sekamar

Saat ini saya sedang mengikuti national meeting di sebuah hotel di Bali. Meeting tahunan yang biasa kami lakukan di awal tahun. Meeting pasca Bu Lan tentu saja. Meeting ini diikuti oleh banyak peserta dari seluruh tanah air. Belum lagi dari kantor pusat yang jumlahnya tak kalah banyak. Maka tak heran jika kami tidak bisa mendapatkan kamar satu persatu, alias sharing room.

Sebenarnya bukan kali ini saja diadakan national meeting yang dihadiri banyak peserta. Jadi tidak heran kalau sharing room pun sering kali kami jalani. Bagi kami itu adalah hal yang sudah biasa, toh hampir semua saling kenal juga. Mohon jangan diartikan yang negative ya..jika kami sering berganti ganti pasangan pada saat meeting seperti ini, sebagaimana Om Trainer yang mempunyai room mate yang masih “brondong” sebagaimana dikisahkan di sini.

Namun dari sekian banyak meeting yang kami jalani, saya sangat sering “berpasangan” dengan seorang teman yang itu-itu saja. Sebut saja YouMa. Seingatku sudah minimal 4 kali di meeting skala national kami bersama.

Kami memang bersahabat dekat, pernah mengerjakan tugas-tugas yang sama meskipun di area yang berbeda. Lagi pula aku sudah mengenal YouMa ini cukup lama. Boleh dibilang sejak dia lulus dari serangkaian program training bagi karyawan baru, kami sudah saling mengenal. Kami juga sering saling sharing, namun bukan itu sebab utamanya.

Sebenarnya penyebabnya sepele saja, yaitu, kami sama-sama pendengkur keras, alias kalo ngorok banter bangetSo dari pada ada 2 orang yang tidak bisa tidur karena dengkuran kami, udah deh.. kami disatukan saja dalam kamar.

Dan rupanya panitia-panitia meeting itu telah hafal, sehingga setiap kali kami harus sharing room, tanpa ragu-ragu lagi, nama kami muncul dalam rooming list sebagai room mate.

Smoga malam ini bisa tidur duluan, supaya tidak terganggu dengkuran dari ranjang sebelah. He..he..he..

Ayana, Feb 10