Lebih Baik daripada Bunuh Diri

Wah aku memberi judul tulisan ringan ini kok jadi bombastis banget ya?? Kayak koran-koran kuning saja. Tulisan ini tidak ada hubungan sama sekali dengan tindak kriminal atau kekerasan. Ini adalah tulisan ringan tentang kegiatan sehari-hari mengupas buah.

Berawal dari joke antara Pakdhe dan Budhe saya.

Sebagai informasi, Pakdhe saya orang Jogja asli, sedangkan Budhe saya orang Jakarta asli Sunda yang telah lama banget tinggal di Jakarta.

Pada suatu kesempatan Budhe melihat Pakdhe sedang mengupas buah dengan sebuah pisau dapur. Melihat “gaya” mengupas Pakdhe, Budhe berkomentar,

“Ngupas kok kayak mau nusuk orang”

Dengan nyantai Pakdhe saya membalas,

“Daripada kamu, kalau mengupas seperti mau bunuh diri aja”

Apa sih yang dimaksud dengan “mau nusuk orang” dan “mau bunuh diri”??

Mungkin gambar-gambar ini bisa membantu menjelaskan:

Gaya "Bunuh Diri" : mata pisau mengarah ke badan, gerakan mendekati badan

Gaya "Nusuk Orang": Mata pisau mengarah keluar, arah gerakan menjauh dari badan

Setelah saya amati, orang-orang di sekitar Jogja, banyak menggunakan “gaya nusuk orang” saat mengupas buah. Sedangkan orang-orang Jakarta banyak menggunakan “gaya bunuh diri”.

Apakah benar pengamatan saya??

Bagaimana dengan tempat teman-teman semua?

Apakah ada prevalence “gaya mengupas” tertentu?

Atau acak saja tergantung orangnya?

Palopo, 28 Mei 2011

17 thoughts on “Lebih Baik daripada Bunuh Diri

  1. aku tidak mengamati hal itu selama tinggal di Jakarta. tapi sepertinya Mbak Imelda pernah membahas soal ini di TE. (wah, malah promosi blognya Mbak Imelda heheheh). aku sendiri kalau mengupas pakai gaya nusuk orang, nggak pernah pakai gaya bunuh diri, karena takut ketusuk beneran….😀

  2. Di seputaran saya …
    at least cara Jakarta dan cara Padang …
    Mengupas buah semua kearah luar …
    Mata pisau menjauhi badan …
    maju …

    Salam saya Bro

    • Hi, Mbak EM… udah pernah nulis ttg ini ya… wah jadi malu ketahuan lama bgt tidak numpang twilight express🙂

      meluncur…

      salam,

  3. Kayaknya kenal deh model tangan itu hihihi….

    Dulu di asrama aku se-unit dgn seorang teman dr Kupang.. Saat dia melihat caraku mengupas timun dgn gaya arah keluar, temanku ini terheran-heran. Katanya gaya mengupasku aneh.. Saat kuminta ia menunjukkan caranya, arah masuk “gaya bunuh diri” gantian aku yg heran, kuanggap caranya lah yg aneh.. Hehehe… Lain lubuk lain ikannya deh…

    • *model tangan.. sapa ya??*

      memang lain ladang lain belalang.. tp kalo baca komen di tmp mbak EM, kebanyakan arah menusuk orang deh.. 😀

      salam,

  4. kebanyakan orang Indonesia deh yang gaya menusuk orang itu…
    saya sendiri merasa sangat sulit jika menggunakan gaya bunuh diri itu, gak terbiasa sama sekali🙂

  5. Buset, ada juga gaya bunuh diri ternyata ya Bro…
    Aku ngupas pake pisau khusus kupasan yang kayak silet itu lho… jadi mbuh tepatnya nganggo gaya apa aku ra weruh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s