Ibu Tindak Bali

Ibu Tindak Bali. Ibu pergi ke Bali.

 

Bagi sebagian teman, Bali adalah tujuan wisata yang sudah sangat biasa dikunjungi, bahkan mungkin sudah bosan. Tapi tidak untuk Victoria Suprihatin, ibuku. Dia baru menginjakkan kaki di Bali di usianya yang telah lebih dari tujuh satu puluh tahun. Beberapa hari yang lalu, akhirnya beliau bisa mengunjungi Bali, Pulau Dewata yang menjadi impiannya semasa aku masih kecil.

 

Beberapa bulan yang lalu, Ibu mengajak untuk liburan keluarga bersama ke Bali. Liburan keluarga pertama setelah sekian puluh tahun keluargaku tidak melakukannya. Seingatku liburan keluarga kami terakhir ketika aku masih SD. Tujuannya pun aku sudah tidak ingat dengan jelas, antara Kebun Binatang Gembira Loka, Pantai Parang Tritis, Kaliurang di lereng Merapi, atau Baturaden/Jatijajar di Banyumas. It’s long time ago.

Tanpa panjang pikir, aku langsung meng-iya-kan ajakan Ibu. Kebetulan kakakku, istri dan anaknya juga sudah libur pada tanggal yang ditentukan. Ini adalah liburan keluarga pertama dengan formasi keluarga saat ini. Ibu, kedua anaknya beserta kedua menantu, serta seorang cucu.

 

Ajakan Ibu ke Bali, mau tak mau menyeretku pada kenangan berpuluh tahun lalu.

Aku masih SD ketika itu, awal tahun 80-an. Pakdhe & Budhe mengunjungi kami dari Solo. Setelah mereka pulang, Ibu dengan wajah berseri-seri bercerita bahwa Pakdhe berencana untuk membeli sebuah mobil dan mengajak kami jalan-jalan ke Bali. Girang sekali aku waktu itu. Namun, singkat cerita, rencana tersebut batal karena Pakdhe jatuh sakit, dan akhirnya meninggal dunia. Impian untuk bisa berlibur ke Bali pun tidak pernah kami singgung lagi. Aku tidak berani minta jalan-jalan ke Bali, dan Ibu juga tidak pernah mengajak ke sana lagi.

Pengalaman pertamaku liburan ke Bali terjadi saat aku mengikuti study tour yang diadakan SMP-ku. Study Tour ini sifatnya pilihan bagi para siswa, bukan wajib.

“Wis, melu wae, dicicil, nek ra ngene Ibu ra iso ngajak kowe nang Bali”

(“Sudah ikut saja, diangsur, kalau tidak seperti ini Ibu tidak bisa mengajak kamu ke Bali”)

Setelah mengangsur selama enam bulan, akhirnya aku berangkat Study Tour ke Bali. Bukan bersama keluarga tentunya.

 

Karena kenangan akan pengalaman berpuluh tahun yang lalu, aku dan kakak berusaha memberikan yang terbaik untuk Ibu. Beberapa kali aku menelpon Ibu untuk membicarakan rencana liburan ke Bali ini. Beberapa hari sebelum keberangkatan, Ibu bercerita setelah beberapa kali aku tanya lokasi yang ingin dikunjungi selama di Bali.

“Aku wis ngerti tujuanku. Aku mung arep nukoke oleh-oleh. Liyane sakarepmu, Aku arep mbok ajak nyang ngendi. Wong Ibu yo ra ngerti ana apa wae neng Bali. Maeme yo sing khas Bali.”

(“Aku sudah tahu tujuanku. Aku hanya akan membelikan buah tangan. Lainnya terserah kamu, Aku akan kamu ajak ke mana. Karena Ibu juga tidak tahu ada apa saja di Bali. Makannya juga yang khas Bali”)

Ibu melanjutkan dengan ceritanya dengan list teman-temannya dan buah tangan apa yang ingin dibawa. Tidak banyak. Baik dari segi jumlah maupun jenisnya.

“Aku mung arep golek kulot, tas slempang, karo sarung.”

(“Aku hanya akan mencari kulot, tas selempang, dan sarung”.)

 

Minggu lalu, kami sekeluarga liburan ke Bali. Mengunjungi lokasi-lokasi “standard” di Bali. Kuta, Sanur, Ubud, Jimbaran, Seminyak dan tentu saja tempat untuk membeli oleh-oleh. Buah tangan yang mencantumkan kata “Bali” dalam setiap itemnya. Oh ya, nama kota atau tempat adalah “syarat mutlak” bagi Ibu setiap kali membeli oleh-oleh 🙂

Perjalanan singkat, dua malam saja. Namun dibalik perjalanan dua malam tersebut, ada mimpi panjang. Impian puluhan tahun seorang Victoria Suprihatin.

family-photo

Foto keluarga, formasi saat ini, minus si cucu yang sedang mengambil foto ini

 

 

mecaru-ubud

Mecaru, upacara adat di Bali yang kebetulan sedang dilaksanakan ketika kami ke Ubud

 

smile-mom

Love to see you smile

 

Jakarta, 19 Desember 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s