Pelajaran Sejarah

Satu tahun empat bulan satu hari…
Sudah lama sekali blog ini aku tinggalkan, lumutan dan berkarat.

Saat ini aku kembali ditempatkan di Jakarta, dengan segala kesibukan dan kemacetannya. Alasan klise untuk tidak meng-update blog ini. Namun, sesungguhnya bukan itu yang menyebabkan sekian lama blog ini terbengkalai. Aku kehilangan passion untuk menulis. Uh… dasar blogger KW3.

Untuk sekarang pun, yang aku posting bukan tulisanku. Ini adalah cerpen karya Seno Gumira Ajidarma, dengan judul seperti tertulis dalam judul tulisan ini. Pelajaran Sejarah. Cerpen ini ada dalam kumpulan cerpen SGA yang berjudul Saksi Mata.

Di penghujung bulan Mei ini, mungkin saat yang tepat untuk mengajak anak-anak untuk belajar sejarah di Semanggi, Trisakti, Glodok, Cawang, serta sudut-sudt lain Jakarta … dan merasakan getaran yang ada di sana

Continue reading

Advertisements

Cara Mencegah dan Menanggulangi Tawuran

Wuih… berat benar judul di atas, kayak seorang ahli saja saya ini berani-beraninya memberikan cara mencegah dan menanggulangi tawuran. Lha wong tawuran saja saya belum pernah… jadi yang akan tertulis hanya merupakan opini berdasarkan pengalaman saya saja.

Happy Family

Saya sangat beruntung dilahirkan di dalam keluarga yang penuh cinta. Meskipun bukan keluarga yang berlimpah harta, namun sungguh beruntung kami tidak berkekurangan. Cukupanlah. Bapak bekerja sebagai penjual barang-barang second di pasar, dan ibu bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta yang cukup ternama di Jogja, kedua orang tua saya mempunyai cukup waktu untuk memperhatikan setiap tahap perkembangan anak-anaknya. I was very happy.

Saya merasa aman bila di rumah, karena kedua orang tua yang sangat mencintai dan melindungi saya. Sebagai anak, wajar saja saya beberpa kali berantem dengan teman-teman sepermainan. Namun berantem bukan dalam artian berkelahi. Beberapa kali saya jothakan dengan teman sepermainan, namun setiap kali jothakan, orang tua saya selalu me-wawuh-kan kembali. Bapak akan mengajak aku mengunjungi rumah teman yang jothakan itu, dan mendamaikan kami, dihadapan orang tua mereka juga.

Teladan bukan nasehat kosong

Bapak ibu saya adalah teladan nyata dengan hidupnya. Bukan kata-kata yang dijejalkan ke kepala saya waktu saya masih kecil, namun dengan contoh, teladan. Setelah dianggap dewasa saja Bapak dan Ibu memberikan nasehat-nasehatnya. Namun nasehat itu hanya merupakan “rangkuman/kesimpulan” akan kehidupan mereka sehari-hari.

Bapak tidak pernah menyuruh-nyuruh saya belajar, tapi Bapak menjadi mahasiswa universitas terbuka. Semata-mata bukan untuk gelar sarjananya (toh Bapak tidak pernah lulus UT), namun teladan untuk belajar bagi saya dan kakak.

Ibu tidak pernah menasehatkan untuk bekerja keras, namun itu sungguh nyata tampak dalam keseharian ibu. Sebagai perawat dan sebagai ibu rumah tangga tanpa seorang assistant rumah tangga, merupakan pesan yang sangat kuat bagi saya untuk kerja keras. Continue reading

Jembatan Cirahong

Jembatan Cirahong terletak di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis, melintang diatas sungai Citanduy yang merupakan batas antara kedua kabupaten tersebut. Tidak terlalu susah untuk mencapai jembatan ini.

Dari arah kota Tasikmalaya, setelah melewati Polres Ciamis (di kanan jalan) kita akan menemui SPBU, pada sisi yang sama dengan Polres. Tepat sebelum SPBU tersebut, ada jalan masuk. Ikuti saja jalan itu. Jika tertemu perempatan, ambil lurus saja.

Sedangkan jika lewat Manonjaya, setelah melewati kota Manonjaya, akan terdapat belokan ke kiri dengan penunjuk arah Ciamis via Cirahong. Ikuti saja jalan tersebut.

Jembatan Cirahong ini cukup unik, karena selain untuk lewat kendaraan bermotor, jembatan ini sekaligus digunakan sebagai jembatan untuk kereta api. Bagian bawah untuk kendaraan bermotor dan bagian atas untuk kereta api. Unik bukan? Jembatan seperti ini tidak banyak, bahkan ada yang mengatakan bahwa jembatan Cirahong merupakan jembatan gendong atau jembatan paralel satu-satunya. Apakah memang demikian saya tidak tahu, mungkin teman-teman bisa mengkonfirmasi kebenarannya.

Kereta api melintasi Jembatan Cirahong

Continue reading

Menuju Papa’ Batu

Aku sudah beberapa kali mempunyai kesempatan untuk berkunjung ke Toraja. Selama ini aku mengandalkan peta serial Periplus Travel Maps. Peta tersebut sangat membantu, dan dalamnya dicantumkan juga lokasi lokasi menarik yang cukup terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan, dan disertai juga dengan review singkat lokasi tersebut. Di dalam petanya sendiri lokasi-lokasi tersebut yang direkomendasikan sudah diberi tanda. Singkat kata sangat membantu untuk mencapai lokasi-lokasi yang menjadi menu “wajib” bagi wisatawan.

Sudah beberapa lama aku mendengar tentang tongkonan batu, tongkonan beratap batu, di Toraja. Konon tongkonan ini sudah sangat tua, ratusan tahun. Cukup untuk menarik dikunjungi, namun sayang, lokasinya tidak tercantum dalam peta andalanku. Setelah beberapa saat bertanya tanya lewat mbah Google, informasi yang aku dapatkan mengenai lokasinya hanyalah terletak di Desa Banga’, Kecamatan Rembon, Kabupaten Tana Toraja. Dari Kota Makale, ibu kota Kabupaten Tana Toraja, kita harus menempuh perjalanan 10 kilometer ke arah barat sebagaimana tercantum di sini.

Continue reading

Sejinah – Part II

Tulisan ini adalah learning dari pengalaman saya untuk menjadi penulis tamu di blog-nya Om NH, dengan judul Sejinah. Silakan diikuti link-nya untuk mengikuti kisah (halah.. !! pakai kata “kisah” lagi) selengkapnya.

Singkatnya sebagai berikut:

Pada waktu saya kecil, diberi pemahaman bahwa sejinah itu berasal dari sing siji ora genah dan mempunyai arti sebelas buah. Pemahaman tersebut sangat kuat terekam  dalam benak saya.

Sebenarnya saya sering mendengar bahwa sejinah itu berarti sepuluh jauh sebelum tulisan tersebut di-upload, namun saya belum yakin. Sepuluh atau sebelaskah arti sejinah itu?

Dalam tulisan tersebut, saya meminta pendapat dari para pembaca sekalian, berapa sih sebenarnya sejinah itu? Sepuluh atau sebelas?? 

Dari comment-comment yang ada, sebagian besar mengatakan bahwa sejinah itu adalah sepuluh. Ada 16 orang yang mengatakan sejinah berarti sepuluh, dan hanya satu yang mempunyai pendapat bahwa sejinah itu berarti sebelas. Jadi sangat jelas bahwa menurut polling tersebut sejinah berarti sepuluh.

  Continue reading

Keindahan Tana Toraja

Pariwisata di Tana Toraja mulai berkembang pada tahun 1970-an, terutama setelah National Geographic menyiarkan liputan pemakaman Puang dari Sangalla pada tahun 1972. Semenjak itu wisata di Toraja terus berkembang pesat, hingga mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1980an – 1990an.

Pada akhir 1990an, wisata di Tana Toraja mulai meredup seiring dengan adanya kerusuhan-kerusuhan yang terjadi beberapa daerah di Indonesia, terutama di Poso, pada Desember 1998, April 2000, dan Mei-Juni 2000.

Kini pariwisata di Toraja mulai bangkit lagi, meskipun masih jauh jika dibandingkan dengan masa kejayaan di tahun 1980an.

Ada apa sih sebenernya di Toraja sehingga sangat menarik para wisatawan?

Situs Pemakaman

Banyak terdapat situs pemakaman di Tana Toraja. Tersebar hampir di banyak tempat. Dan lokasi-lokasi pemakaman tersebut masih digunakan sampai sekarang.

Ada beberapa jenis pemakaman. Ada yang berupa goa alam, bukit yang dipahat, batu yang dilubangi, maupun pohon untuk pemakaman bayi. Ada juga makam buatan yang disebut sebagai Patane. Makam-makam tersebut beberapa dilengkapi dengan Tau Tau, yaitu tiruan orang yang sudah meninggal.

Makam yang dipahat pada tebing-tebing batu

Continue reading

Tips for Toraja Trip

Tak terasa telah lebih dari 3 bulan sudah blog ini tidak ter-update. Alasan klasik, sedang banyak pekerjaan. Bahkan untuk berkunjung ke tempat teman-teman sekalian pun jarang. Maaf.

Bersamaan dengan “bangkitnya” kembali BroNeo dari mati suri di dunia maya, saya akan men-sharing-kan beberapa pengalaman perjalanan ke Tana Toraja yang sempat aku nikmati pada saat libur lebaran kemarin. (hadooohhh.. .lebarannya kapan… sharingnya kapan…)

Saya coba tulis dalam beberapa postingan karena banyaknya pengalaman yang ingin saya sharing-kan.

Let’s start with tips for Toraja Trip.

 
 
 

Toraja .. 8 jam perjalanan darat dari Makassar

 

  Continue reading