Tali Asih

Kembali hadir setelah sekian lama hiatus di dunia per-blog-an. Bukan maksud hati untuk mengundurkan diri, namun saya harus serangkaian perjalanan dengan setumpuk pekerjaan sehingga the broneo ini sedikit terbengkalai.

Beberapa waktu lalu, tepatnya 31 Oktober, kantor saya mengadakan meeting tahunan di Bali. Biasa, briefing menghadapi 2013. Semua peserta diharapkan bisa hadir di Bali pada hari minggu siang, karena serangkaian meeting tersebut diawali dengan team building pada hari minggu sore.

Nasib bagi saya, yang bertugas di kota tanpa bandara, perjalanan dimulai sehari sebelumnya. Pada hari sabtu saya menuju kota yang mempunyai jadwal penerbangan ke Bali pagi hari, agar bisa mengikuti team building sore harinya.

Setelah sekian hari mendengarkan briefing, dan diselingi beberapa games menarik, akhirnya meeting di Bali selesai. Namun itu bukan berarti perjalanan telah selesai. Saya masih harus terbang ke Balikpapan untuk beberapa urusan Pribadi di sana.Ternyata oh ternyata tidak ada flight langsung Bali-Balikpapan. Dan jadwal penerbangan yang connect dan sesuai dengan jam akhir meeting (jam 13.00) hanya ada Bali-Jakarta-Balikpapan. Singkat cerita, urusan di Balikpapan (setengah) selesai.  Setelah selesai urusan di Balikpapan, kembali lanjut dengan acara lain, di Jakarta.

  Continue reading

Arjuna Sasrabahu

Ini bukan cerita singkat tentang kisah pewayangan Arjuna Sasrabahu, karena saya sendiri pun belum tahu cerita Arjuna Sasrabahu secara detail dan lengkap. Yang saya tahu hanyalah:

Arjuna Sasrabahu adalah tokoh yang menjadi musuh Rahwana. Arjuna Sasrabahu berhasil mengalahkan Rahwana, tapi Rahwana sendiri kemudian mati di tangan Rama dalam kisah Ramayana. Dalam kisah Arjuna Sasrabahu ada tokoh bernama Bambang Sumantri dan Kakrasana.

That’s all. Sudah itu saja yang saya tahu. Mau cari bukunya sekarang, si Arjuna Sasrabahu agak sulit ditemukan. Lain halnya dengan Mahabharata dan Ramayana yang banyak sekali di toko-toko buku.

Banyak pertanyaan mengenai Arjuna Sasrabahu menggelayut dalam benak saya, terutama ketika berusaha menempatkan kisah ini dalam kurun waktu tertentu. Pertanyaan ini muncul karena kelahiran dan kematian Rahwana selalu dikisahkan dalam kisah Ramayana. Tapi dalam kisah Ramayana itu tidak pernah muncul atau menyinggung si Arjuna Sasrabahu ini.

Pertanyaan tersebut akhirnya mendapat sedikit jawaban ketika saya chatting dengan IJuliars. Walaupun hanya garis besarnya saja, namun percakapan singkat di dunia maya itu telah memberikan sedikit gambaran bagaimana meletakkan Arjuna Sasrabahu dan Ramayana dalam rentang waktu.

Continue reading

Prosa Lirik

Dahulu waktu duduk di kelas 3 SMP, Bu Guru Bahasa Indonesia, menjelaskan bahwa ada tiga jenis karangan. Prosa, Puisi, dan Prosa Lirik. Prosa, jelas. Anda semua tentu pernah membacanya. Tulisan ini pun termasuk prosa. Puisi, jelas juga. Anda semua tentu pernah “minimal” membacanya. Bahkan mungkin ada juga yang sering membuatnya. Tapi, prosa lirik? Apa tuh? Mungkin belum semua pernah melihat prosa lirik.

 Penjelasan dari Bu Guru waktu itupun kurang memuaskan bagiku.

Simple-nya, berbentuk prosa, tapi ada rima di dalamnya.” That’s it. Hanya itu penjelasan waktu itu. Contoh juga tidak ada.

 

Tahun berlalu, dan si prosa lirik pun terlupakan olehku. Lebih dari lima tahun telah berselang.

 

Suatu ketika, aku main ke tempat kos temanku. Dan seperti biasa, mataku selalu jelalatan dan menjelajah setiap kali melihat buku tersusun rapi dalam rak.

”Lihat koleksi bukumu ya mBak?”

 (temenku beberapa tahun lebih tua dari aku, jadi jangan heran kalau aku panggil mBak ya? He…he.. )

 Mataku menelusuri buku-buku yang berbaris rapi di rak bukunya. Buku-buku kuliah langsung aku skip saja, lha wong beda jurusan. Dia accounting sedangkan aku statistik.

 

Mataku terpaku pada judul sebuah buku. Pengakuan Pariyem judulnya, karangan Linus Suryadi AG.

 

„Bagus gak?” tanyaku, sambil menunjukkan buku itu padanya.

 

„Bagus sih… ning rada saru”

 

Hemmm.. ini yang menarik. Rada saru alias agak porno. He..he…

 

Akhirnya buku itu, menemaniku pulang, a.k.a aku pinjem. Maklum mahasiswa, pinjam meminjam buku merupakan hal yang sangat lumrah.

 

Malam itu aku mulai ”mendengar” pengakuan Pariyem. Pengakuan yang menghanyutkan saya.

  Continue reading