Ajakan “Menyesatkan”

Ajakan “menyesatkan”?? Apa tuh?

Jangan berprasangka tentang ajakan untuk melanggar norma-norma hukum, adat, maupun kesusilaan. Bukan pula tentang ajaran sesat, sempalan agama-agama yang marak diberitakan beberapa saat yang lalu.

Ini hanyalah tangkapan lensa iseng saja.

Selama ini aku “diajar” untuk selalu meningkatkan awareness suatu product. Salah satunya dengan branding. “Optimalkan media yang ada untuk menjaga agar product yang kita tawarkan selalu ada di benak konsumen”.  Begitulah kira-kira intinya. Ujung-ujungnya agar mereka mau membeli dan mempergunakan product kita.

Jadi jangan heran kalo Anda semua pernah melihat kendaraan dengan aneka branding product atau iklan. Mungkin Anda semua pernah melihat mobil box dengan iklan rokok pada box-nya, atau bus dengan gambar minuman energi, dan lain-lainnya. Bukan hanya product, bahkan caleg dan pasangan capres-cawapres pun banyak yang melakukan iklan di kendaraan menjelang pemilu yang lalu.

Itu adalah salah satu contoh optimalisasi branding tadi. Mereka berharap agar awareness mereka naik, dan orang-orang memilih product atau caleg tersebut.

Tapi yang ini agak lain. Anjuran atau ajakan yang tertulis justru bukan untuk “memakai” atau “mengkonsumsi” tetapi justru untuk “meninggalkannya”. Terlepas dari “isi anjuran” tapi yang jelas ini “bertentangan” dengan “theory marketing” yang aku kenal selama ini.

Continue reading

Advertisements