Aida & Afdhal

Seperti biasa, aku sering melakukan perjalanan luar kota untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Hari itu aku tengah dalam perjalanan menuju Palopo bersama dua orang rekan sejawat dari Makassar. Aku yang mengemudikan kendaraan, karena memang akulah yang lebih menguasai medan.

Perjalanan memasuki wilayah kabupaten Wajo saat telepon ku berdering. Sebuah nomor asing muncul di layar. Karena tengah mengemudi di jalan berliku-liku, aku cuekkan saja panggilan itu, apalagi dari nomor asing. Tak lama kemudian ada panggilan masuk lagi dari nomor yang sama. Masih aku cuekkan saja. Panggilan ketiga masuk. Aku pun mengangkat telepon itu. Sampai tiga kali panggilan, berarti cukup penting.

“Ini Aida Mas…” suara di seberang memperkenalkan diri. Ada getar kecemasan dalam suaranya. Ia menanyakan apakah aku mengetahui jadwal perjalanan kekasihnya, sahabatku, Afdhal. Saat itu memang Afdhal tak bisa dikontak, sementara tersiar kabar ada pesawat jatuh di Papua. Pesawat yang biasa mengantar Afdhal ke sana. Untung semuanya selamat, sebagaimana diceritakan Afdhal disini.

–oOo–

Continue reading