Guru Guru

Terinspirasi oleh tulisan Om Trainer di sini, yang ternyata terinspirasi juga dari serta Uda Vison di sini, saya ikut-ikutan menulis kenangan akan guru-guru yang menjadi favorit, teladan, bahkan inspirasi bagi saya. Ada lima guru yang meninggalkan kenangan sangat mendalam dari hati saya. Mereka adalah: Pak Pur, Ibu Nari, Pak Waluyo, Pak Yadi dan Pak Herman.

Pak Purwoko

Pak Pur, kami biasa memanggil. Beliau adalah guru kelas sewaktu di SD, jadi semua mata pelajaran diampu olehnya, kecuali Pendidikan Agama dan Pendidikan Olahraga & Kesehatan. Beliau mengajar saya di kelas 4, 5, dan 6.

Lho kok kemaruk, di ajar sampai 3 tahun berturut turut? Saat aku naik kelas 5 SD, ada perubahan pola pembagian tugas diantara guru-guru kami (entah di SD-SD yang lain, apakah ada perubahan pola atau tidak). Sebelum-sebelumnya seorang guru “menetap” di kelas yang sama, dalam artian ngajar kelas 4 ya kelas 4 terus. Namun ketika aku dan teman-teman naik ke kelas 5, kami “diikuti’ oleh guru kelas 4, dan waktu kami naik ke kelas 6, kami “diikuti” lagi oleh guru kami. Jadi deh dari kelas 4-6 kami mempunyai seorang guru. Setelah seorang guru meluluskan siswanya, mereka akan kembali lagi ke kelas 4. Untuk kelas 1-3 guru kelas seperti sebelum-sebelumnya.

Continue reading