Ied Mubarak

Dari lubuk hati terdalam, saya mengucapkan:

SELAMAT IDULFITRI, SELAMAT TERLAHIR KEMBALI

MOHON MAAF ATAS SEGALA SALAH & KHILAF

Oh ya, sekedar sharing lagu yang mengingatkan saya, bahwa begitu sering saya membuat kedua orang tua saya sedih dan prihatin. Namun demikian begitu besar kasih sayang orang tua saya, untuk selalu membuka tangannya dan menerima saya kembali.

Demikian besar kasih orang tua saya, namun demikian lebih besarlah lagi kasih-Nya yang selalu menanti kita dengan tangan terbuka setiap saat kita tersesat. Inilah saatnya mudik.

Selamat fitri kembali !! 

Toraja, 1 Syawal 1432 H

Advertisements

Selamat Idul Fitri

Ketika Ramadhan tiba, aku teringat akan perbincangan dengan seorang teman di Balikpapan beberapa saat yang lalu. Berikut ini pendapat teman tersebut mengenai Ramadhan. Ini adalah pendapat pribadinya, bisa saja salah.

“Ramadhan adalah bulan bonus. Bulan ketika setiap amal kita, setiap ibadah kita mendapatkan pahala berlipat-lipat. Jauh lebih besar daripada bulan biasa. Inilah bulan pembelajaran bagi saya, supaya bisa menjadi lebih baik, lebih taat, dan lebih beriman.

Saya sendiri pada bulan Ramadhan, memang memperbanyak ibadah ke atas, tapi kalo amal kepada yang kurang mampu atau ke panti asuhan, tidak beda dengan bulan biasa, bahkan mungkin sedikit berkurang. Mungkin aku terlalu matematis. Pada bulan ini orang lain telah banyak memberi mereka, so.. aku justru sedikit mengerem sedekahku. Biarlah aku berikan di bulan lain, ketika orang-orang yang lain tidak terlalu banyak bersedekah.

Niatanku adalah membantu mereka, bukan membeli surga. Aku tidak peduli apakah setiap kali aku beramal aku mendapat pahala atau tidak, yang penting aku membantu mereka yang kurang beruntung. Karena sesungguhnya berapa pun pahala yang coba aku kumpulkan, tidaklah akan mampu menutupi kesalahan dan dosaku. Aku manusia lemah dan banyak dosa.

Semoga aku tetap bisa mempertahankan ibadahku setelah Ramadhan usai.”

Sebagaimana menara masjid yang belum usai dibangun, demikianlah perjuangan iman kita. Tidak berakhir seiring gema takbir. Kita masih harus terus membangun menara itu. Kita masih harus terus mengolah diri kita agar lebih taqwa, lebih beriman dan lebih baik, di bulan biasa, bukan hanya di bulan “bonus”.

Kartu ucapan