Skripsi

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata skripsi? Mungkin yang terbayang adalah setumpuk penelitian ilmiah, atau wajah dosen pembimbing, atau sidang skripsi dengan sejumlah dosen penguji yang cukup menegangkan.

Menurut teman-temanku, banyak suka duka ketika mengerjakan skripsi. Ada yang kesulitan menemui dosen pembimbing. Ada juga yang harus merombak isinya karena judulnya berubah. Ada yang file-nya hilang atau tidak ter-save dengan baik sehingga harus menulis ulang. Namun ada juga yang mengerjakan skripsi lancar-lancar saja, mulus tanpa hambatan suatu apa.

Beberapa kakak angkatanku sempat nglokro (patah semangat) ketika penelitian berbulan-bulan di lab kimia hangus terbakar saat kampus kami mengalami kebakaran besar.

Ada juga temenku di fakultas ekonomi UGM yang misuh-misuh (mengumpat) karena sang dosen pembimbing diangkat menjadi menteri, sehingga membuat skripsinya terlantar beberapa bulan, dan harus menerima dosen pembimbing baru, dengan pola kerja baru dan pemikiran yang berbeda.

Lebih seru lagi cerita saat pendadaran. Ada yang tidak bisa tidur karena tegang dan grogi. Ada yang saat pendadaran tiba-tiba blank, tidak tahu harus ngomong apa, karena yang sudah ada di otak tiba-tiba serasa menguap entah kemana. Namun ada juga yang tenang tenang saja, atau bahkan tiba-tiba bisa memberikan jawaban brilyan ketika ditanya oleh dosen penguji.

  Continue reading

Advertisements

Apa yang Kamu Pelajari?

The_Thinker,_Auguste_Rodin

The Thinker

Pada awal masuk company tempat kerjaku, aku tergabung dalam department yang membidangi market research. Pekerjaan yang menurutku “ideal” saat itu, karena sesuai dengan program studi yang aku ambil ketika kuliah. Program Studi Statistika, Jurusan Matematika, Fakultas Matetmatika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Pada tahun 2002, kurang lebih 1 tahun setelah saya bekerja, datanglah seorang bos baru, menggantikan bos lama yang pindah tugas ke Surabaya. Bos baru ini seorang doktor matematika.

Wuih… S3 matematika??? Ampun deh ngebayanginnya.

Dan dia bukan seorang dosen atau peneliti. Hmmm… cukup langka menurutku, ada seorang doktor matematika yang bekerja diluar dunia akademis.

Suatu saat, ketika kami sedang melakukan perjalanan dinas bersama, dia bertanya,”Apa sih yang kamu pelajari selama kuliah di Jurusan Matematika?” “Berguna tidak untuk dunia kerja sekarang?”

Hmmm … “apa yach?” pikirku dalam hati.

Perasaan gitu-gitu aja deh pekerjaanku, tidak ada yang secara spesifik menggunakan apa yang aku pelajari di bangku kuliah dulu. Kalaupun memakai “tools” statistika, paling regresi dan korelasi. Itu pun dalam tataran “aplikasi” saja, jauh berbeda dengan yang aku pelajari. Apalagi sekarang sudah dibantu berbagai software, sehingga bagi orang yang “sedikit melek” statistika saja sudah bisa. Tidak perlu pusing-pusing memikirkan “behind scene”-nya.

“Apa ya Pak?” tanyaku balik. “Kayaknya sih tidak banyak yang terpakai” lanjutku.

“Kalau dari pengalaman saya, so far sampai S3, hanya ada satu yang saya pelajari. Dan sangat berguna bagi dunia kerja”

“Apa Pak?” tanyaku antusias

Continue reading