Text Indonesia Raya

Beberapa saat yang lalu, seorang pakar telekomunikasi telematika “mencoreng muka” sendiri karena baru tahu bahwa Lagu Kebangsaan Indonesia Raya mempunyai 3 versi syair, hanya karena menemukan rekaman asli ketiga versi lagu kebangsaan kita. Padahal dalam kumpulan lagu national dan lagu wajib telah banyak yang memuat lagu Indonesia Raya ketiga-tiganya lho. Dulu waktu aku SD pun telah tahu bahwa memang ada tiga stanza dalam lagu Indonesia Raya.

Namun, untuk stanza kedua dan ketiga, aku (jujur neh…) tidak hafal bahkan telah lupa, karena memang jarang sekali diperdengarkan.

Semalam, ketika aku mencoba memaknai arti kemerdekaan, aku teringat dengan stanza kedua dan ketiga. Aku coba googling dan melihat semua stanza yang termuat di wikipedia. Wow… luar biasa syairnya. Benar-benar dalam artinya jika kita resapi. Terutama pada bagian sekstet, yang menurut saya merupakan doa, cita-cita dan harapan bagi kita semua.

Berikut text Indonesia Raya karya WR Supratman versi asli (tahun 1928 – dalam konggres pemuda) dan versi resmi berdasarkan PP no 44 tahun 1958. Syair lagu ini merupakan soneta atau sajak 14 baris, terdiri atas satu oktaf (=8 baris) (atau dua kuatren (=4 baris)) dan satu sekstet (=6 baris).

Semoga syair ini bisa membantu kita dalam memaknai arti kemerdekaan.

MERDEKA!!!

Original lyrics (1928)

INDONESIA RAJA

I

Indonesia, tanah airkoe,
Tanah toempah darahkoe,
Disanalah akoe berdiri,
Mendjaga Pandoe Iboekoe.

Indonesia kebangsaankoe,

Kebangsaan tanah airkoe,

Marilah kita berseroe:

“Indonesia Bersatoe”.

Hidoeplah tanahkoe,
Hidoeplah neg’rikoe,
Bangsakoe, djiwakoe, semoea,
Bangoenlah rajatnja,
Bangoenlah badannja,
Oentoek Indonesia Raja
.

II

Indonesia, tanah jang moelia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah akoe hidoep,
Oentoek s’lama-lamanja.

Indonesia, tanah poesaka,

Poesaka kita semoeanja,

Marilah kita berseroe:

“Indonesia Bersatoe”.

Soeboerlah tanahnja,
Soeboerlah djiwanja,
Bangsanja, rajatnja, semoea,
Sedarlah hatinja,
Sedarlah boedinja,
Oentoek Indonesia Raja
.

III

Indonesia, tanah jang soetji,
Bagi kita disini,
Disanalah kita berdiri,
Mendjaga Iboe sedjati.

Indonesia, tanah berseri,

Tanah jang terkoetjintai,

Marilah kita berdjandji:

“Indonesia Bersatoe”

S’lamatlah rajatnja,
S’lamatlah poet’ranja,
Poelaoenja, laoetnja, semoea,
Madjoelah neg’rinja,
Madjoelah Pandoenja,
Oentoek Indonesia Raja
.

Refrain

Indones’, Indones’,
Moelia, Moelia,
Tanahkoe, neg’rikoe jang koetjinta.
Indones’, Indones’,
Moelia, Moelia,
Hidoeplah Indonesia Raja.

Official lyrics (1958)

INDONESIA RAJA

I

Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Disanalah aku berdiri,
Djadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,

Bangsa dan tanah airku,

Marilah kita berseru,

Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg’riku,
Bangsaku, Rajatku, sem’wanja,
Bangunlah djiwanja,
Bangunlah badannja,
Untuk Indonesia Raja
.

II

Indonesia, tanah jang mulia,
Tanah kita jang kaja,
Disanalah aku berdiri,
Untuk s’lama-lamanja.

Indonesia, tanah pusaka,

P’saka kita semuanja,

Marilah kita mendoa,

Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnja,
Suburlah djiwanja,
Bangsanja, Rajatnja, sem’wanja,
Sadarlah hatinja,
Sadarlah budinja,
Untuk Indonesia Raja
.

III

Indonesia, tanah jang sutji,
Tanah kita jang sakti,
Disanalah aku berdiri,
Ndjaga ibu sejati.

Indonesia, tanah berseri,

Tanah jang aku sajangi,

Marilah kita berdjandji,

Indonesia abadi.

S’lamatlah rakjatnja,
S’lamatlah putranja,
Pulaunja, lautnja, sem’wanja,
Madjulah Neg’rinja,
Madjulah pandunja,
Untuk Indonesia Raja
.

Refrain

Indonesia Raja,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, neg’riku jang kutjinta!
Indonesia Raja,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raja.

Balikpapan,

17 Agustus 2009

26 thoughts on “Text Indonesia Raya

  1. yang mencoret muka sendiri itu si pakar telematika itu ya? hehe… mafhum aja deh dengan kelakuannya…😀

    memang dalam sangat makna yang terkandung dalam lagu kebangsaan kita ini pada setiap stanza-nya. dari bait demi bait yang kubaca, terasa olehku aura semangat dan kecintaan yang luar biasa terhadap bangsa ini… mantap!!

    MERDEKA !!

    • makasih koreksinya uda, bener telematika… udah aku ingat2..eh kluarnya telekomunikasi.. udah direvisi tuh

      bener uda, semangat & kecintaan yg luar biasa, smoga bisa kita “wujud”kan

  2. waduh…saya baru tau tuh syair ketiga versi itu secara lengkap, untung di posting ketiga2nya…dalam bgt ya syairnya

    hehehe mas vizon bener2 menjiwain semangat 17belasan ya…merdeka!!!

  3. Tiga hal …
    #1. Ikut berteriak … MERDEKA !!!
    #2. Hah masak iya toh beliaunya baru tau kalau Indonesia Raya itu ada 3 bait ? (terus terang saya tidak hafal baik ke 2 dan ke 3 nya …)(tapi saya tau pasti bahwa aslinya Indonesia Raya itu ada 3 bait (or stanza)

    #3. Ngelirik ke Uda … hahahaha uda lagi ngamuk …

    Salam saya

    • @ #2 : bener om, udah beberapa waktu yang lalu sih.. tp sempet heboh kok, pada mencermati bentuk corengan yg tergambar di mukanya🙂

      @ #3 : uda bukan ngamuk om, tp berusaha mencapai klimax he..he..he.. pisss uda🙂

  4. Tulisannya keren. Sederhana, tapi padet berisi dengan ilmu baru..🙂

    Dan komentar lainnya..
    ITU UDA NGAPAIN KOMENTAR SAMPE LIMA KALI??????

  5. aku ingat dulu waktu SD memang ada bait 2 dan 3 di teks buku lagu2 wajib dan nasional..tapi jujur aku nggak terlalu memperhatikan bait 2 dan 3 itu. soalnya, yang diputer di TV sebelum mulai siaran ya versi terbaru yang cuma 1 bait..

    begitupun (versi sekarang) masih dianggap salah satu lagu kebangsaan terpanjang ya?

    trenyuh Bro…murid-muridku dulu sedikit aja yang hafal lagu Indonesia Raya…

    • wah… pada gak hafal??? (sedih mode:on)

      tp btw, bukan karena cedal aja kan?
      kayak temenku gak bisa bilang Indonesia Raya, bisanya Laya

  6. Yg bener pakar telematika ato selebritis ya pak?banyakan muncul di infotaiment sih. Lebih sibuk nge-blow up gosip daripada meng-edukasi dan ngebagi ilmu sbg pakar hehe.
    Btw, nice topic pak….kali ini nggak jadi silent reader deh hehe🙂

    • salam kenal dizzy…..
      kalo status sang pakar sih, gw no comment deh.. takut dikira melakukan pencemaran nama baik he..he.. takut sama pakar hi..hi..hi..
      gw post tulisan ini, krn gw sendir malu gak hafal Indonesia Raya, terutama stanza II dan III, padahal isinya luar biasa. DAHSYAT!!

  7. Brooo, aku baru tau malah kalau ada tiga versi dari sini🙂
    thanks ya, jd nambah info deh !

    btw gue perhatiin koq lu beberapa kali menyoroti si pakar telematika itu ya? (dengan nada sumbang lagi hehehehe)
    “Ada apa antara Broneo dan sang pakar?”
    hihihihih😉

    • nah kan.. satu lagi yang “senasib” dengan sang pakar
      ayo dipelajari, diresapi, dan diamalkan!!!

      ttg si pakar, baru dlm postingan ini kale… trus dilanjut beberapa reply comment

  8. Bro …
    dengan segala kerendahan hati …
    Saya ingin memohon maaf lahir bathin ya Bro …
    Saya besok mau Puasa

    May God Bless Us All …

    Salam saya

  9. Yah, semoga si pakar itu nggak jadi menkominfo deh!

    Btw, yang nggak bisa bilang kata “Raya” itu suka pesen “es jeyuk” ya?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s