Quick Count: Just Another Prove

Pilpres sudah berlangsung dengan lancar beberapa hari yang lalu. Hasil Quick Count sudah bermunculan. Banyak komentar yang muncul, dan ada pula yang mempersoalkan proses pilpres itu sendiri yang berakibat pada keluarnya hasil seperti yang ada saat ini.

Bagaimana perasaan Anda atau komentar Anda sendiri melihat hasil quick count?

Jujur, terlepas dari hasil yang ada, aku merasa mongkok melihat hasil quick count. Apa itu mongkok? Kenapa?

Mongkok adalah ungkapan dalam bahasa Jawa yang berarti kurang lebih berarti rasa bangga, kagum, ada terbersit rasa suka cita.

Kenapa aku bisa mongkok melihat hasil pilpres?

Apakah yang sementara unggul adalah pilihanku?

Bukan. Bukan itu yang membuat mongkok. Yang membuat mongkok adalah hasil quick count sekali lagi membuktikan bahwa statistik dapat digunakan untuk melihat kondisi suatu populasi, asalkan metode sampling-nya benar.

Yah, sebagai orang yang pernah belajar statistik, aku merasa bangga juga (boleh kan…?), ternyata memang apa yang pernah aku pelajari bisa memberikan hasil yang “sama” meskipun pelaku quick count berbeda-beda. Bahkan yang berbeda bukan hanya pelaku quick count saja, mungkin saja metode penentuan sample-nya pun berbeda, namun jika semua dilakukan secara benar dan sesuai kaidah keilmuan, ternyata hasilnya “tidak berbeda”

Dengan modal hasil ini (dan juga hasil-hasil yang lain), aku akan punya tambahan bekal jawaban untuk menjawab pertanyaan yang sering dilontarkan “Apakah benar hasil surveynya?”

 Coba perhatikan hasil quick count berbagai lembaga yang sempat saya ambil dari kompas dan sedikit sentuhan dari saya agar lebih enak terbaca.

 

Hasil Quick Count

Yeahhh!!! Semua menunjukkan hasil yang “sama”.

 Lho kok bisa bilang sama sih, kan hasilnya berbeda-beda?

Wait… memang lebih tepatnya adalah hasil quick count dari lembaga yang satu ke lembaga yang lain ”tidak secara significant berbeda” .

Frasa ”tidak secara significant berbeda” inilah yang oleh orang ”awam” disebut sebagai ”sama”.

Just sharing saja, mungkin Anda sudah membaca atau mendengar claim dari salah satu lembaga survey dalam perhitungan ini sebagai:

”toleransi kesalahan (margin of error) sebesar +/- 1% pada tingkat kepercayaan 95%”

Nah lho… apa lagi ini artinya? Jadi plus-minusnya 1% atau 5%? Please, Anda jangan terjebak dan men-campur aduk-kan antara margin of error dan tingkat kepercayaan (level of confidence), karena memang menunjukkan dua hal yang berbeda. Yang satu menunjukkan interval estimasi (dalam contoh diatas (X-1)% sampai dengan (X+1)%), sedangkan yang lain menunjukkan tingkat kepercayaan si pelaku survey terhadap estimasi yang dibuatnya (dalam contoh diatas 95%)

Case lain untuk menerangkan apa itu level of confidence, adalah sebagai berikut:

 “Cris Jon, seberapa yakin Anda bisa meng-KO lawan Anda?”

 “100%”

 Nah yg 100% itulah confidence level-nya Cris Jon.

 

So, berapa persen confidence level Anda bahwa pasangan yang Anda pilih ketika mencontreng beberapa hari yang lalu adalah pasangan terbaik?

 

Makassar – Pare, Juli 09

24 thoughts on “Quick Count: Just Another Prove

  1. aku tidak bangga pada Quick Count…hehehe
    karena di Jepang HASIL (bukan quick count) bisa didapat malam itu juga !!! hihihi
    (tidak berabad-abad seperti di negara indonesia)

    EM

    • just nglurusin aja mbak… utk hasil quick count lembaga non pemerintah bisa sore harinya mbak… nah kalo yg versi KPU emang agak2 lebih 286 bukan pentium he..he.. he..

      btw mbak kirim surat suara jam berapa?

      • saya kirim surat suara tgl 9, jam 2 siang masuk pos hehehe. Pasti sampai di KBRI tgl 10. Dan biasanya surat suara itu dibuka hari sabtu/minggu berarti tgl 11. Dan hasilnya baru dikirim ke Jakarta.

        Hari ini di jepang juga ada pemilu, dan sore ini hasil sudah terbuka 40%.

  2. nah, ini nih hebatnya orang yg berkecimpung di dunia statistik…angka dan data bisa dijadikan topik m3narik..lebih hebat lagi, mem-“bahasa’-kan data kepada orang-orang yg nggak akrab dgn angka2 dan data kayak akyuu…hihihi..

    • makasih makasih…
      iya neh, sejujurnya banyak orang yang belum “melek” statistik, bukannya sombong, tp kadang emang orang sering menggampangkan cara baca data, padahal bisa jadi artinya beda

    • iya ya, kacamata statistik dan non statistik pasti bueda sangaat….
      kalo orang buta data statistik (kayak aku nih, hehehe) ya manggut2 aja dan gak menggugat ketika disodorin suatu statistik misalnya neh: 7 dari 10 perempuan Indonesia menggunakan produk X, bla..bla.bla..

      reaksiku plg: yo sakkarepmulah mau pasang angka sebombastis apapun. ujung2e cuma iklan..
      lha mungkin bagi orang statistik hal segitu bisa jadi pertanyaan panjang kali ya? sampel-nya siapa? dan berapa? dimana?

      sip sip..pancen hebat statistik itu…lebih hebat lagi yg mengolahnya lalu menerjemahkannya secara verbal…

      thumbs up bro…hebat sangat!

  3. assalamu alaikum wr. wb.

    Eh, Saudara2ku di penjuru dunia maya, gimana kabar kamu sekeluarga?

    …(bla..bla..bla… panjang banget, bisa 1 postingan sendiri – red)….

    Sekali lagi, ma kasih y, cuma Allah yang bisa mbales… (T_T)

    wassalamu alaikum wr. wb.

    NB: Please Read Me…
    Kalo pesennya kebanyakan, gak usah ditampilin juga gak apa2, kok.

    Mohon maaf buat produsen majalah lain, kalo saya cantumin satu2, g cukup.

    • makasih sdh mau berkunjung (dan menulis panjang-panjang)

      (*copy paste gak yach????*)

      salam kenal saja

  4. dasar orang statistik..
    opo2 mesti dianalisa..
    huhhh…
    hehehe…sebagai orang yg gak ikutan nyontreng, confidence level bahwa akan ada putaran ke 2 hampir 90%
    kenapa 90%?? suka-suka gue

    wassalam
    yukk mareeee

  5. wah, jadi dapat ilmu baru nih… serius, aku gak pernah dapat ilmu statistik, doh…😦

    masyarakat kita memang masih terlihat shock dengan kegiatan2 semacam ini, sehingga tanggapannya sangat beragam akan hasil survey. barangkali karena kita baru saja memasuki episode baru dalam perpolitikan. lama kelamaan, aku yakin, semuanya akan terbiasa…😀

    tenkyu bro…

    • wah… kehormatan neh uda vizon mau mampir disini… surau barunya udah banyak tamu belom om?? ntar malam gw mapir deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s